Edukasi

Budidaya Maggot RW 022 Cilangkap, dari Inisiatif Warga hingga Program Dana RW Rp159,89 Juta

DEPOK_HARIANESIA.COM, 17 OKTOBER 2026 — Warga RW 022, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, mengembangkan budidaya maggot sebagai upaya pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat. Program yang telah dirintis secara mandiri sejak 2018 itu kembali diperkuat melalui program Dana RW yang direalisasikan pada 2026.

Saat diwawancarai tim Harianesia.com, Ketua RW 022 menuturkan bahwa budidaya maggot berawal dari inisiatif warga untuk menyerap sampah organik di lingkungan RT. Namun, dalam perjalanannya, kegiatan tersebut belum berjalan sesuai harapan karena terkendala keterbatasan anggaran yang bersumber dari kontribusi kolektif sejumlah warga.

“Sejak 2018, warga RW 022 sudah menjalankan budidaya maggot secara mandiri dengan tujuan bisa menyerap sampah organik di lingkungan RT. Namun, dalam perjalanannya, hasilnya belum seperti yang kami harapkan karena terbentur anggaran yang sifatnya kolektif dari beberapa warga,” tutur Ketua RW 022.

Ia menjelaskan, pada 2025 program budidaya maggot kembali masuk dalam program Dana RW senilai Rp300 juta yang menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Depok. Program tersebut kemudian direalisasikan pada 2026.

Menurut Ketua RW 022, anggaran yang dialokasikan untuk budidaya maggot di wilayahnya mencapai Rp159.894.000. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan fasilitas budidaya dengan tujuan memperluas pengolahan sampah dan mendorong pemberdayaan masyarakat.

“Dengan adanya program maggot ini, anggaran yang terserap sebesar Rp159.894.000 kami manfaatkan dan maksimalkan. Tujuannya agar bisa menyerap sampah organik dalam skala RW, mengurangi pembuangan sampah ke TPS, serta menghasilkan maggot yang bisa digunakan sebagai pakan ternak dan ikan yang dikelola warga untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Ketua RW 022 juga mengungkapkan capaian hasil budidaya yang telah dilakukan warga.

“Dari 40 gram telur maggot, kami mendapatkan hasil panen mencapai 50 kilogram maggot,” ujar Ketua RW 022.

Menurut dia, hasil budidaya tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki manfaat lebih luas, baik untuk pengolahan sampah organik maupun sebagai peluang tambahan penghasilan bagi warga sekitar.

Warga Diberdayakan dalam Pembangunan Kandang

Ketua RW 022 menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan program. Warga dilibatkan dalam proses pembangunan kandang maggot hingga fasilitas tersebut selesai.

“Di sini warga kami diberdayakan, mulai dari pembangunan kandang maggot sampai selesai. Warga kami sangat antusias dengan adanya program dari Pemerintah Kota Depok ini,” katanya.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Ke depan, partisipasi warga juga diharapkan berlanjut pada operasional budidaya, pemilahan sampah organik, perawatan maggot, hingga pengelolaan hasil panen.

Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan pada tahap pembangunan sarana, tetapi juga melalui kesempatan warga untuk memperoleh keterampilan dan penghasilan.

Budidaya Lele Ikut Dikembangkan

Selain budidaya maggot, di dekat kandang tersebut warga juga mengembangkan budidaya ikan lele. Hasil panen ikan lele disebut dipasarkan ke beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pengembangan budidaya lele membuka peluang kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Maggot juga berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ikan sesuai kebutuhan budidaya.

Kedua kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan, sehingga pengelolaan sampah organik tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung produktivitas dan peluang pendapatan masyarakat.

Keberlanjutan dan Pemerataan Manfaat Perlu Diperhatikan

Dengan alokasi anggaran budidaya maggot sebesar Rp159,89 juta, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas dan hasil panen. Kemampuan menyerap sampah organik, keberlanjutan operasional, keterlibatan warga, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat juga menjadi aspek penting untuk dievaluasi.

Keterlibatan warga perlu dijaga, tidak hanya pada tahap pembangunan kandang, tetapi juga dalam pengelolaan dan pengembangan usaha. Pembagian peran yang jelas serta kesempatan berpartisipasi secara terbuka diharapkan dapat memperluas manfaat program.

Budidaya maggot dan lele di RW 022, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, diharapkan menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pemberdayaan warga dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Fakih

Exit mobile version