Dari Sabang sampai Merauke: hukum berkeadilan, persatuan terjaga
Jakarta_HARIANESIA.COM, 9 Agustus 2026 Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Umum LBH EM 80 & Rekan, Brigjen Pol. (Purn.) Advokat Drs. H. Eddy Murdiyono, S.H., M.H. menyampaikan harapan dan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia, Sabtu (9/8/2026).
Menurut Eddy, kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar untuk memastikan keadilan ditegakkan. “81 tahun Indonesia merdeka bukan sekadar seremoni. Ini momentum bagi kita semua untuk merenung: sejauh mana hukum hadir melindungi rakyat, dan bagaimana kita bersama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Eddy juga menegaskan LBH EM 80 & Rekan bersama Kantor Hukum Adi’ 80 & Rekan siap mengawal tegaknya supremasi hukum, HAM, dan keadilan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan di seluruh Indonesia.
Tiga harapan untuk Indonesia di usia 81 tahun
1. Hukum harus berkeadilan dan berperikemanusiaan.
“Indonesia adalah rumah bagi keberagaman suku, agama, dan budaya. Hukum tidak boleh menjadi alat yang memecah. Penegakan hukum harus humanis, imparsial, dan berwibawa. Sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945, keadilan harus dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa kecuali,” tegas Eddy.
2. Pemuda dan advokat muda jadi penjahit masa depan hukum
Eddy mengibaratkan perjuangan hari ini seperti kisah _Penjahit Sang Saka_. “Dulu kemerdekaan dijahit dengan keberanian. Hari ini, giliran pemuda dan para advokat muda Indonesia menjahit masa depan hukum dengan integritas, ilmu, dan keberpihakan kepada rakyat. LBH EM 80 & Rekan berkomitmen membuka ruang magang dan pendidikan hukum bagi generasi muda agar hukum tidak hanya dikuasai segelintir orang.”
3. Aparat, pemerintah dan masyarakat jalan bersama
Ia berharap sinergi antara Aparat Penegak Hukum, Pemerintah, dan Masyarakat terus diperkuat. “Keamanan dan kesejahteraan bangsa hanya bisa tercapai kalau hukum ditegakkan tanpa pandang bulu dan pembangunan berjalan dengan menghormati hak-hak dasar warga negara. Itu prinsip kami di LBH EM 80 & Rekan: membela rakyat, menjaga negara, menegakkan hukum,” ujarnya.
Peran LBH EM 80 & Rekan untuk Indonesia
Sebagai Ketua Umum LBH EM 80 & Rekan dan Managing Partner Kantor Hukum Adi’ 80 & Rekan_, Eddy menyoroti 4 fokus kerja nyata lembaga di tingkat nasional:
1. Bantuan hukum gratis: Mendampingi masyarakat kecil, buruh, petani, nelayan dan kelompok rentan yang berhadapan dengan hukum.
2. Penyuluhan dan literasi hukum : Edukasi kepada masyarakat tentang hak-hak konstitusional, hukum ketenagakerjaan, dan perlindungan konsumen.
3. Advokasi kebijakan: Memberi masukan kepada pemerintah agar regulasi berpihak pada rakyat dan tidak bertentangan dengan konstitusi.
4. Menjaga harmoni sosial : Menjadi jembatan penyelesaian konflik secara damai dan musyawarah dengan mengedepankan dialog dan hukum.
“LBH EM 80 & Rekan hadir bukan hanya sebagai kantor hukum, tapi sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keadilan dan kedamaian di bumi Indonesia,” kata Eddy.
Himbauan menjelang 17 Agustus 2026
Brigjen Pol. (Purn.) Advokat Drs. H. Eddy Murdiyono, S.H., M.H.
mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk:
1. Kibarkan Merah Putih di rumah, kantor, sekolah, dan lingkungan mulai 1 Agustus sebagai tanda cinta Tanah Air.
2. Isi kemerdekaan dengan taat hukum: selesaikan masalah dengan musyawarah, hormati proses hukum, dan jaga ketertiban.
3. Waspada provokasi dan hoaks yang memecah persatuan. “Beda pendapat wajar dalam demokrasi, tapi jangan sampai merusak persaudaraan anak bangsa.”
4. Kawal anggaran dan pembangunan yang berpihak ke rakyat. “Pastikan APBN dan program pemerintah tepat sasaran untuk penegakan hukum, pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.”
“Sebagai anak bangsa dan penegak hukum, saya titip pesan: cintai Indonesia, jaga persatuan dengan hukum dan keadilan. Jangan kita gadaikan kemerdekaan dengan konflik. Dengan semangat gotong royong, kita wujudkan Indonesia yang damai, berkeadilan dan sejahtera,” tutup Eddy.(DW)
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Hukum kuat, Indonesia maju”
Dwi
