BOGOR_HARIANESIA.COM_Badan Kelengkapan Majelis Wali Amanah Unsur Mahasiswa (BK MWA UM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menegaskan pentingnya arah pembangunan Kabupaten Bogor yang berbasis riset ilmiah, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Sebagai representasi mahasiswa dalam struktur pengawasan strategis kampus, BK MWA UM IPB memandang Kabupaten Bogor tengah berada pada fase pertumbuhan yang progresif. Namun, akselerasi tersebut turut diiringi tantangan struktural seperti alih fungsi lahan produktif, problematika tata ruang, tekanan terhadap daya dukung lingkungan, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing.
M. Afif Fahreza (Kokoh), BK MWA UM IPB, menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat semata-mata berorientasi pada ekspansi infrastruktur fisik.
“Pembangunan Kabupaten Bogor di era kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto telah menunjukkan capaian dan berbagai prestasi yang signifikan, khususnya dalam percepatan pelayanan publik dan pembangunan daerah,” tegas M. Afif Fahreza dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.
“Namun, satu hal yang perlu diperkuat adalah memastikan pembangunan berpijak pada ilmu pengetahuan, data, dan perencanaan jangka panjang. Tanpa basis riset yang kuat, pertumbuhan ekonomi berisiko tidak seimbang dengan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
BK MWA UM IPB mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi, khususnya dalam pemanfaatan inovasi teknologi pertanian presisi, penguatan sistem pangan lokal, pengembangan ekonomi desa berbasis potensi wilayah, serta integrasi riset dalam perumusan kebijakan publik. Sinergi antara akademisi dan pemerintah dinilai krusial dalam memastikan setiap kebijakan memiliki landasan evidence-based policy.
Sebagai daerah dengan potensi agraria dan sumber daya alam yang besar, Kabupaten Bogor dinilai harus menempatkan sektor pangan, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan desa sebagai prioritas pembangunan jangka menengah dan panjang. Ketahanan pangan bukan sekadar isu sektoral, melainkan bagian dari strategi kedaulatan dan stabilitas sosial-ekonomi daerah.
Selain itu, BK MWA UM IPB menekankan pentingnya investasi pada pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri dan pertanian modern, serta pemberdayaan generasi muda sebagai aktor transformasi desa dan kawasan peri-urban.
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Bogor
Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor, BK MWA UM IPB menilai momentum ini menjadi fase evaluasi sekaligus penguatan arah pembangunan jangka panjang. Berbagai capaian awal dinilai sebagai fondasi penting, namun tantangan ke depan menuntut kebijakan yang semakin terintegrasi antara pembangunan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian pangan daerah.
Tahun pertama kepemimpinan menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat paradigma pembangunan berbasis riset, sehingga setiap program tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga mampu menjaga daya dukung wilayah serta kesejahteraan generasi mendatang.
Melalui rilis ini, BK MWA UM IPB menyatakan kesiapan mahasiswa untuk menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bogor, agar pertumbuhan daerah berlangsung inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing dalam lanskap pembangunan nasional ke depan.
Lk/Tim
