Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Berbeda Perguruan, Tetap Satu Saudara: Persatuan Pencak Silat Warnai Ambal Warsa Kartasura

×

Berbeda Perguruan, Tetap Satu Saudara: Persatuan Pencak Silat Warnai Ambal Warsa Kartasura

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

KARTASURA, Sukoharjo — 10 Oktober 2026 Semangat kebersamaan dan persatuan mewarnai hari kesembilan peringatan Ambal Warsa ke-346 Kartasura, di mana berbagai perguruan pencak silat dari lintas zaman berkumpul dalam satu halaman. Perhelatan yang sarat makna ini terwujud berkat gagasan mulia dari KRA Dr. H. Djuyamto Rekso Adiningrat, SH., MH., tokoh pemerhati budaya asli Kartasura yang senantiasa berupaya menyatukan kekayaan budaya daerah.

Baca Juga :  Diduga Kades Ciptaharja Idam tidak mau Tandatangani Warkah Ahli Waris warga, Dasar Perubahan Letter C Dipertanyakan

Kehadiran berbagai perguruan silat yang berdiri sejak puluhan tahun lalu hingga yang baru tumbuh di era masa kini menjadi bukti bahwa pencak silat di Kartasura tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Lintas zaman, para peserta tampil dengan penuh kebanggaan, menunjukkan keberagaman aliran yang tetap bersatu dalam satu semangat menjaga warisan leluhur.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Ripto, sesepuh Perisai Diri Kartasura, turut hadir dan menyampaikan apresiasi yang mendalam. Beliau menyampaikan bahwa terwujudnya kerukunan dan kebersamaan antar seluruh perguruan pencak silat di Kartasura ini tidak terlepas dari gagasan serta inisiatif KRA Dr. H. Djuyamto Rekso Adiningrat, SH., MH.

Baca Juga :  Merobohkan Rumah Tua, Merobohkan Ingatan Kota

“Pencak silat Kartasura rukun menjadi satu, itu salah satu ide beliau. Beliau yang terus mengingatkan dan mendorong kita untuk tetap bersatu, meskipun berbeda perguruan, kita tetap satu saudara, satu tanah kelahiran, yaitu Kartasura,” ungkap Mbah Ripto dengan penuh kehangatan.

Pertemuan ini bukan sekadar pertunjukan seni bela diri, melainkan pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga, sehingga pencak silat sebagai warisan leluhur tetap dihormati, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang dengan penuh kebanggaan.

Baca Juga :  Aktivis KPKB Minta Pemkab Lebak Segera Realisasikan Pasum Toilet Umum di Alun-Alun Rangkasbitung

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600