EdukasiInvestigasi

Baru Ditambal Desember 2025, Jalan Penghubung Cipatat–Kertamukti Kembali Rusak Parah

Cipatat_HARIANESIA.COM_ Bandung Barat – Belum genap setengah tahun sejak dilakukan perbaikan melalui metode penambalan, ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Cipatat dan Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, kembali mengalami kerusakan parah.

Kerusakan tersebut terlihat muncul di sejumlah titik yang sama seperti sebelumnya. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, perbaikan terakhir dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bandung Barat pada Desember 2025 lalu.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Pasalnya, jalan tersebut merupakan salah satu akses utama yang digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, sekolah, maupun distribusi barang.

Salah seorang warga setempat, Wahyu, mengaku heran dengan cepatnya kerusakan jalan tersebut meskipun baru saja diperbaiki.

“Kami heran, baru diperbaiki dengan cara ditambal Desember lalu, sekarang sudah rusak lagi. Padahal belum lama,” ujarnya.

Menurut Wahyu, salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan adalah tidak adanya saluran drainase atau kirmir yang memadai di sepanjang ruas jalan tersebut.

Akibatnya, air hujan langsung mengalir ke badan jalan dan mempercepat kerusakan lapisan aspal.

“Kirmirnya tidak ada, jadi air mengalir ke badan jalan. Itu yang bikin jalan cepat rusak. Sepertinya perbaikannya tidak maksimal,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak tersebut telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di malam hari atau saat kondisi jalan basah.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan yang lebih menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam seperti sebelumnya.

“Harapannya segera diperbaiki agar tidak ada lagi korban kecelakaan. Tapi perbaikannya harus serius, bukan cuma ditambal saja. Saluran air atau kirmirnya juga harus diperbaiki agar air tidak menggenang di jalan,” tegasnya.

Selain kerusakan jalan, warga juga menyoroti minimnya fasilitas penerangan di lokasi tersebut. Hingga saat ini, belum tersedia Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai, sehingga masyarakat terpaksa memasang lampu secara swadaya demi meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Warga berharap, selain perbaikan infrastruktur jalan, pemerintah juga dapat segera menambah fasilitas pendukung seperti drainase dan penerangan jalan guna menciptakan akses yang aman dan nyaman bagi masyarakat. (Tim/Lepi)

Pewarta: Agus Nugroho

Exit mobile version