Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Bang Udin Kerok : Presiden Di Minta Intervensi & Koreksi Pengawasan Penjara Khusus Koruptor ,Bukti Lapas Cibinong Bobrok

×

Bang Udin Kerok : Presiden Di Minta Intervensi & Koreksi Pengawasan Penjara Khusus Koruptor ,Bukti Lapas Cibinong Bobrok

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Bogor_HARIANESIA.COM_ gi-lagi denyut dan nadi urat rakyat dibuat tegang. Bak melihat Film paradok serial The A Team,ada peran antagonis dan protagonis dilapas Cibinong membuat rakyat mendidih dibuatnya.

Komentar aktifis dan pengiat anti korupsi,Bang Udin Kerok memberikan tanggapan keras.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Mereka ingin menipu rakyat Indonesia.

Saat disidak, penuh kemewahan.

Begitu dikunjungi menteri, semua kosong.

Kita sedang berhadapan kaum anti kebenaran dan anti kritik.

Bahkan berani dan mampu melawan Ombudsman yang notabene juga lembaga resmi pemerintah.

Tentu ini perlu koreksi total semua lapas di Indonesia” ujar Bang Udin Kerok pada media (26/9).

Ditambahkan dia,

Pada Rabu 23 September 2026 Ombudsman datang membawa surat tugas resmi tapi ditolak hampir setengah jam.

” Ombudsman itu kan lembaga resmi pemerintah.

Masa dilepas Lapas tidak tahu menempatkan apa itu legal Standing,jelas Ombudsman punya hak untuk masuk pada semua kantor ,badan dan dinas jika ada laporan dari masyarakat.

Seperti pengemis kotor mengganggu pesta para penjahat didalam Lapas itu.

Baca Juga :  Gelar CFD dan Senam Bugar Bersama, FOKBI Kabupaten Bogor Ajak Masyarakat Tingkatkan Kebugaran Tubuh Agar Selalu Bahagia

 

Kok Mereka dipaksa menunggu di kantin sambil dicaci maki dalam diam.

Lalu akhirnya menyelinap lewat pagar kayu seratus meter dan menemukan lebih dari sepuluh unit hunian tipe 36 lebih mewah dari rumah pejabat tinggi.

Mereka menemukan sofa empuk, kulkas penuh botol miras, televisi layar lebar, meja makan, dapur pribadi, AC, gym, kolam, dan simulator golf.

Area parkirnya dipenuhi mobil mewah milik para tahanan.

Sementara di belakang tempat sampah ada jalur keluar masuk yang longgar sekali, langsung menuju hutan bambu.

Seolah para koruptor bisa keluar belanja di mall atau tidur dengan istri muda mereka lalu kembali sebelum matahari terbit.

Salah satu penghuni dengan tenang mengaku sebagai warga binaan membayar sejumlah uang untuk menikmati kemewahan ini.

Petugas datang mengusir seperti pelayan hotel yang melindungi tamu prioritas.

Ini membuktikan, di sini hukum sudah mati dan diganti dengan tarif kamar suite.

Dua hari kemudian, ketika Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Kepala Bappisus datang.

Baca Juga :  Pengobatan Gratis serta Pemberian Sembako Kembali di Gelar Rita Nurini dan Moomy Rempong Di Karawaci Kota Tangerang

Keajaiban kotor terjadi.

Perabot mewah tadi lengkap tiba-tiba menghilang secara ajaib, AC dicopot dengan alasan bodoh “rusak”, sofa dan kulkas miras lenyap, ruangan dikosongkan seolah sedang disiapkan untuk musim liburan berikutnya.

Yang kemarin masih terlihat seperti apartemen bintang lima, sekarang tiba-tiba jadi gudang kosong yang memalukan.

Ini bukan pembersihan, ini penghapusan bukti kejahatan dilakukan dengan tenang di depan mata pejabat yang seharusnya menghukum.

Netizen meledak marah karena kebenaran sudah telanjang.

Penjara bagi koruptor dan bos kakap hanyalah cuti resmi berbayar, pelesir mewah di mana mereka tidak ditahan melainkan justru dimanjakan.

Mereka tidur di kasur empuk sambil minum wine hasil korupsi, olahraga di gym, main simulator golf, parkir mobil mewah, dan kalau bosan tinggal keluar lewat jalur sampah untuk menghirup udara bebas sebelum kembali ke kamar suite mereka. Rakyat biasa mati di sel sesak yang bau urin dan keringat.

Baca Juga :  Romo Kefas: Suara yang Tak Padam untuk Toleransi di Jawa Barat

Sementara para penjahat ini hidup seperti raja dengan fasilitas dibayar dari pajak orang-orang yang mereka peras.

Saat disidak Ombudsman segalanya mewah dan lengkap, begitu menteri datang semua langsung kosong seolah ada tangan gaib menyembunyikan dosa.

Hukuman di Lapas Cibinong adalah kebohongan terbesar yang pernah dibuat negara.

Ini sebuah liburan panjang berbayar di mana penjahat tidak pernah benar-benar dipenjara, hanya dipindahkan ke hotel bintang lima dengan pagar kayu yang bolong.

Semuanya terjadi di depan mata pejabat yang pura-pura kaget lalu segera membantu membersihkan jejak kejahatan itu” papar Bung Udin Kerok .

“Jadi wajar kalau pejabat tak takut korupsi.

Dan doyan terus Korupsi.

Dipenjara malah dimanjakan dan diservis.

Walau hukum koruptor itu diringankan dan dipenjara cuma dua tahun.

Di dalam Lapas, mereka malah hidup mewah, dan seakan tidak memberikan efek Jera atas perbuatan dan hukuman badan yang sedang dijalaninya”tegas dia

M.Rojai/Red

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600