Sepak Bola

Argentina kalahkan Inggris 2-1, melaju ke final Piala Dunia 2026

Para pemain Argentina merayakan kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026
Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas Inggris.

Kemenangan dramatis Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya mengantarkan Lionel Messi ke partai puncak, tetapi juga mengakhiri rekor 44 tahun Bayern Munchen yang selalu memiliki wakil di final. Sebaliknya, Inter Milan justru memperpanjang tradisi uniknya berkat gol Lautaro Martinez.

Bertanding di Atlanta Stadium, Rabu (16/7/2026) WIB, Argentina sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Umpan silang Morgan Rogers sukses dikonversi menjadi gol pembuka. Keunggulan Inggris bertahan hingga lima menit menjelang waktu normal berakhir.

Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85, sebelum Lautaro Martinez yang masuk dari bangku cadangan menjadi pahlawan lewat gol kemenangan pada menit ke-90+2. Dua gol tersebut lahir dari assist Lionel Messi, yang membuatnya tetap bersaing dalam perburuan top skor turnamen.

“Argentina juga menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi.”

— Gigih, football enthusiast

Hasil ini memastikan Argentina melaju ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir. Sekaligus, mereka menjaga peluang mempertahankan gelar juara yang diraih di Qatar pada 2022.

Di balik keberhasilan itu, lahir catatan bersejarah yang melibatkan dua klub elite Eropa. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1982, Bayern Munchen dipastikan tidak memiliki satu pun pemain yang tampil pada partai final. Sebaliknya, Inter Milan justru berhasil mempertahankan tradisi impresifnya.

Rekor 44 Tahun Bayern Munchen Berakhir

Selama 44 tahun terakhir, Bayern Munchen selalu memiliki setidaknya satu pemain yang tampil di partai final Piala Dunia. Tradisi ini dimulai sejak Piala Dunia 1982 dan terus berlanjut hingga edisi 2022.

Baik di Madrid pada tahun 1982, Roma pada tahun 1990, Berlin pada tahun 2006, Rio de Janeiro pada tahun 2014, atau yang terbaru di Doha pada tahun 2022: di setiap 11 Piala Dunia terakhir, setidaknya satu pemain Bayern telah tampil di final.

Tradisi tersebut dimulai pada final Piala Dunia 1982 ketika tiga pemain Bayern, Paul Breitner, Wolfgang Dremmler, dan Karl-Heinz Rummenigge, membela Jerman Barat yang kalah 3-1 dari Italia. Empat tahun kemudian, Jerman Barat kembali menembus final dengan diperkuat Klaus Augenthaler, Norbert Eder, Lothar Matthaus, dan Dieter Hoeneß, namun harus mengakui keunggulan Argentina.

Jerman akhirnya membalas kekalahan tersebut pada Piala Dunia 1990. Enam pemain Bayern membawa Jerman Barat mengalahkan Argentina 1-0 untuk merebut gelar juara dunia. Tradisi keberhasilan pemain Bayern berlanjut pada 1994 melalui bek kanan Brasil, Jorginho, yang sukses mengangkat trofi. Empat tahun berselang, giliran Bixente Lizarazu dari Prancis yang menjadi pemain Bayern berikutnya merasakan gelar juara dunia.

Pada Piala Dunia 2002, Bayern mengirim empat wakil ke partai final: Oliver Kahn, Thomas Linke, Jens Jeremies, dan Carsten Jancker. Namun Jerman harus puas menjadi runner-up. Piala Dunia 2006 menghadirkan wakil Bayern melalui Willy Sagnol, tetapi Prancis kalah adu penalti dari Italia. Final 2010 mempertemukan Belanda dan Spanyol dengan dua pemain Bayern di kubu Belanda, Arjen Robben dan Mark van Bommel, yang gagal membawa pulang trofi.

Empat tahun kemudian, Bayern menjadi tulang punggung keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014. Manuel Neuer, Thomas Müller, Bastian Schweinsteiger, Jérôme Boateng, Philipp Lahm, Mario Götze, dan Toni Kroos menjadi bagian dari skuad yang mengalahkan Argentina di final. Pada Piala Dunia 2018, Corentin Tolisso ikut membawa Prancis menjuarai dunia. Sementara pada final 2022, Dayot Upamecano dan Kingsley Coman menjadi wakil Bayern, namun gagal mencegah Argentina menjadi juara.

Namun, kekalahan Inggris membuat rangkaian sejarah tersebut akhirnya terputus. Harry Kane yang menjadi satu-satunya wakil Bayern Munchen di semifinal gagal membawa The Three Lions melaju ke partai puncak. Akibatnya, final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol menjadi final pertama sejak Piala Dunia 1978 yang tidak melibatkan satu pun pemain Bayern Munchen.

Inter Milan: Tradisi Tanpa Henti

Di sisi lain, Inter Milan justru semakin menegaskan dominasinya dalam catatan unik tersebut. Gol Lautaro Martinez tak hanya memastikan tiket Argentina ke final, tetapi juga membuat Inter Milan kembali memiliki perwakilan pada laga perebutan gelar juara dunia. Dengan demikian, Nerazzurri sukses memperpanjang rekor memiliki pemain di setiap final Piala Dunia sejak 1982 hingga 2026.

Berikut adalah daftar perwakilan Inter Milan di final Piala Dunia dari edisi 1982 hingga 2026:

  • Pada Piala Dunia 1982, Italia diwakili tiga pemain Inter: Beppe Bergomi, Gabriele Oriali, dan Alessandro Altobelli.
  • Empat tahun kemudian, Karl-Heinz Rummenigge dari Jerman Barat menjadi wakil Inter di final 1986.
  • Final 1990 dimenangkan Jerman Barat dengan tiga pemain Inter: Andrea Brehme, Jurgen Klinsmann, dan Lothar Matthaus.
  • Piala Dunia 1994 diwakili Nicola Berti dari Italia.
  • Pada 1998, Inter memiliki dua wakil: Youri Djorkaeff (Prancis) dan Ronaldo (Brasil).
  • Piala Dunia 2002 hanya diwakili Ronaldo (Brasil) yang menjadi juara.
  • Final 2006 diwakili Marco Materazzi dari Italia yang meraih gelar.
  • Piala Dunia 2010 diwakili Wesley Sneijder dari Belanda yang menjadi runner-up.
  • Pada 2014, Rodrigo Palacio menjadi wakil Inter dari Argentina yang kalah di final.
  • Piala Dunia 2018 diwakili Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic dari Kroasia yang menjadi runner-up.
  • Final 2022 diwakili Lautaro Martinez dari Argentina yang menjadi juara.
  • Piala Dunia 2026 kembali diwakili Lautaro Martinez dari Argentina yang akan bermain di final.

Kini, Argentina bersiap menghadapi Spanyol pada final yang akan digelar di New York New Jersey Stadium. La Albiceleste berpeluang mempertahankan gelar juara dunia sekaligus menjadi negara pertama sejak Brasil pada edisi 1994 dan 1998 yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Selain itu, Lionel Messi dan kolega juga berkesempatan mempersembahkan gelar dunia keempat sepanjang sejarah sepak bola Argentina.

Pertanyaan Umum

Mengapa rekor Bayern Munchen terputus di Piala Dunia 2026?

Karena satu-satunya wakil Bayern di semifinal, Harry Kane, gagal membawa Inggris melewati Argentina. Dengan demikian, tidak ada pemain Bayern yang tampil di final, mengakhiri rekor yang bertahan sejak 1982.

Apa tradisi Inter Milan di final Piala Dunia?

Inter Milan selalu memiliki setidaknya satu pemain di setiap final Piala Dunia sejak 1982. Tradisi ini berlanjut di 2026 berkat gol Lautaro Martinez yang membawa Argentina ke final.

Kapan dan di mana final Piala Dunia 2026?

Final akan digelar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat. Argentina akan menghadapi Spanyol untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Sumber: tribunnews.com

Exit mobile version