Edukasi

Antusias MRP Yohanes Okdinon Tekankan Pentingnya Demokrasi dan Independensi Mahasiswa Jelang Pemira BEM Unmus

Merauke_HARIANESIA.COM_ Menjelang pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Musamus Merauke, Ketua Pokja Agama MRP Papua Selatan, Yohanes Okdinon, memberikan tanggapan sekaligus pencerahan terkait pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi di lingkungan akademisi.

Dalam keterangannya, Yohanes menegaskan bahwa proses Pemira bukan sekadar agenda rutin organisasi kemahasiswaan, melainkan bagian penting dari pendidikan demokrasi bagi mahasiswa. Ia mengingatkan agar seluruh elemen mahasiswa tetap merawat independensi dalam proses tersebut.

“Pemilihan ini harus menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang sehat. Mahasiswa harus tetap menjaga independensi, tidak terintervensi oleh kepentingan di luar, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap Presiden dan Wakil Presiden BEM yang terpilih nantinya mampu menjalankan perannya secara maksimal, sesuai dengan fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan penjaga nilai-nilai kebenaran. Ia juga menekankan pentingnya memperjuangkan hak-hak mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan.

Selain itu, Yohanes turut mendorong keterlibatan aktif Mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) dalam kontestasi Pemira. Menurutnya, partisipasi OAP dalam pemilihan tersebut bukan hanya penting secara representatif, tetapi juga sebagai bentuk motivasi dan inspirasi bagi generasi muda Papua.

“Kami berharap mahasiswa Orang Asli Papua juga berani tampil dan mengambil peran sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden mahasiswa. Ini penting untuk mendorong kepercayaan diri dan menjadi inspirasi di ruang intelektual kampus,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga iklim demokrasi yang sehat di lingkungan perguruan tinggi.

“Mari kita semua saling merawat ruang demokrasi di dunia kampus, agar tetap menjadi ruang yang bebas, kritis, dan berintegritas,” tutupnya.

Dwi

Exit mobile version