Edukasi

Anggota MRP Teluk Bintuni Eduard Orocomna: Dana Otsus Rp12,69 T Harus Terasa di Sekolah dan Puskesmas, Bukan di Atas Kertas

BINTUNI – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Adat dari Teluk Bintuni, Eduard Orocomna, menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur pendidikan dan layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diperjuangkan di Papua Barat, khususnya Kabupaten Teluk Bintuni.

Pandangan itu disampaikan Eduard Orocomna saat dimintai pendapat melalui pesan singkat WhatsApp oleh redaksi, Minggu (11/7/2026). Menurutnya, pembangunan yang adil tidak hanya soal gedung, tapi soal memastikan setiap anak Papua bisa sekolah dan setiap warga bisa berobat tanpa terhambat biaya dan jarak.

“Pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar. Dana Otsus 2026 sudah dinaikkan jadi Rp12,69 triliun, dan khusus Papua Barat dapat Rp1,14 triliun. Tapi di banyak distrik di Teluk Bintuni, anak-anak masih harus jalan berkilo-kilometer ke sekolah. Puskesmas ada, tapi tenaga medis dan obat sering kosong. Ini yang harus kita perjuangkan bersama agar kemakmuran benar-benar merata,” tegas Eduard.

Ia menyoroti masih banyak warga di wilayah pesisir dan pegunungan Bintuni yang kesulitan mengakses pendidikan dan pengobatan. Biaya transportasi, keterbatasan guru, serta minimnya fasilitas kesehatan tingkat distrik jadi keluhan utama masyarakat yang sering ia temui saat reses.

“Kita bicara Indonesia Emas 2045, tapi bagaimana generasi Papua bisa siap kalau sekolahnya roboh dan berobat pun susah? Negara harus hadir lebih kuat di sini. Dengan dana Otsus Rp12,69 triliun, tidak boleh ada lagi alasan sekolah rusak dan warga sakit tidak terlayani. Otsus harus benar-benar dirasakan untuk pendidikan dan kesehatan yang memerdekakan warga,” ujar Eduard.

Eduard mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan 3 hal:

1. *Infrastruktur Pendidikan*: Pembangunan dan rehabilitasi sekolah di distrik terluar, penambahan guru, serta bantuan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.
2. *Infrastruktur Kesehatan*: Penguatan puskesmas, penyediaan dokter dan tenaga kesehatan tetap di distrik, serta jaminan pengobatan gratis bagi warga miskin.
3. *Akses Jalan & Transportasi*: Pembukaan akses jalan ke kampung-kampung agar anak bisa ke sekolah dan warga sakit bisa cepat dirujuk. 5fd7c4ee

“MRP akan terus mengawal agar dana Otsus Rp12,69 triliun dan kebijakan afirmatif benar-benar sampai untuk sekolah dan puskesmas, bukan habis di atas kertas. Kemakmuran harus dirasakan dari kota sampai ke kampung,” tutupnya.(Dwi Wahyudi)

Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Exit mobile version