CILEGON_HARIANESIA.COM- Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon Amin P Napitupulu, S.H., M.H. mengingatkan pentingnya kedamaian batin di tengah hiruk pikuk politik. Jelang Waisak 2570 BE 31 Mei 2026, Amin menilai ajaran Buddha tentang kesederhanaan bisa menjadi rem bagi politik transaksional.
Pernyataan disampaikan Amin, Minggu 31/5/2026. Ia menyebut pesan Waisak tahun ini “Menumbuhkan kedamaian dalam diri, menghadirkan kebaikan untuk sesama” harus diterjemahkan ke kebijakan nyata.
Kedamaian Bukan Slogan
“Batinku damai, baru kebijakan bisa berpihak. Kalau hati pemimpin bising karena ambisi, rakyat kecil yang jadi korban,” ujar Amin kepada awak media Banten.
Sebagai kader “partai wong cilik”, Amin mendorong DPC PDI-P Cilegon mengawal kebijakan yang melindungi ruang sipil dan menjamin keadilan sosial. Jangan sampai demokrasi hanya berhenti di bilik suara 5 tahun sekali.
Obat Politik Pencitraan
Amin mengaitkan tiga peristiwa Waisak: kelahiran, pencerahan, wafat Sang Buddha, dengan kondisi kebangsaan hari ini.
“Waisak itu pelajaran sederhana. Pemimpin cukup dengar, bukan sekadar perintah. Itu obat buat politik pencitraan dan arogansi kekuasaan,” katanya.
Ia mengajak warga Cilegon menjadikan perbedaan agama, suku, golongan sebagai kekuatan. “Bhinneka bukan tempelan. Itu napas kita,” tegas Amin.
Ucapan Waisak
“Selamat Waisak 2570 BE untuk umat Buddha Cilegon, Banten, Indonesia. Semoga cahaya Dharma menumbuhkan kedamaian dalam diri, lalu kita sebar kebaikan untuk sesama,” tutupnya.
Dwi
