Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Tegaskan Pemuda Harus Jadi Pelaku Sosial, Kawal Layanan Dasar dan Perkuat Kualitas SDM Sesuai Ajaran Bung Karno
TANGERANG_HARIANESIA.COM, 14 Oktober 2026_Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Alrizoma Akrom, S.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan pemuda untuk mewujudkan Trisakti Bung Karno.
Akrom yang juga salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Larangan ini menilai, semangat persatuan 1928 harus diterjemahkan menjadi keberanian sosial kaum muda di akar rumput untuk berdaya, sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat gotong royong dan keberanian. Sebagaimana diajarkan Bung Karno dan terus dirawat oleh Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kalau dulu pemuda bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, hari ini pemuda PDI Perjuangan dan pemuda Tangerang – khususnya di Larangan – harus bersumpah untuk satu tekad: berdaulat dalam membangun kualitas diri, sehat jasmani rohani, dan berkepribadian. Itulah esensi Trisakti di bidang kemanusiaan,” ujar Akrom Selasa (14/10).
*Tupoksi Komisi IV Berbasis Ideologi Kepartaian dan Kerja Akar Rumput*
Akrom menjelaskan, kerja Komisi IV DPRD Kota Tangerang tidak lepas dari garis perjuangan partai di tingkat PAC. Sebagai Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Larangan, ia turun langsung menyerap aspirasi wong cilik di Larangan Utara, Larangan Selatan, dan sekitarnya. Fokus pada pemerataan sekolah negeri SD & SMP gratis di tiap kelurahan, pengadaan CCTV sekolah, beasiswa Tangerang Cerdas, peningkatan insentif guru TK/PAUD, penguatan Puskesmas, edukasi ASI dan gizi anak, UHC BPJS gratis, perlindungan pekerja rentan (JKK & JKM), hingga penguatan kader Posyandu dan Karang Taruna adalah implementasi nyata perintah partai.
“Sebagai Anggota Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan dan Pengurus PAC Larangan, tugas ideologis saya adalah memastikan APBD 2027 pro-wong cilik. Aspirasi wong cilik di Larangan harus menjadi Pokir, dan Pokir harus menjadi layanan pendidikan dan kesehatan yang nyata. Itu perintah partai,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai kader yang aktif di PAC Larangan, tantangan pemuda di wilayah Larangan bukan hanya ekonomi, tapi juga kesehatan mental, stunting, dan akses pendidikan yang merata. Potensi bonus demografi harus diorganisir menjadi kekuatan sosial, mulai dari pemuda pelopor anti-stunting, relawan kesehatan, duta pendidikan inklusif, hingga penggerak Karang Taruna dan KNPI di tingkat RW se-Kecamatan Larangan.
*Tiga Harapan untuk Pemuda Banteng dari Komisi IV dan PAC Larangan*
*1. Pemuda Melek Pendidikan, Melek Kesehatan, dan Berkarakter:* IPM yang kuat adalah modal pembangunan. Pemuda Larangan harus jadi pelopor sekolah gratis, Posyandu aktif, kelurahan sadar bencana, dan pengawal APBD pro-kesra.
*2. Pemuda Pelaku Kesejahteraan Rakyat:* Sesuai ajaran Bung Karno tentang Berkepribadian dalam Kebudayaan, pemuda harus membangun gerakan gotong royong. Komisi IV mendorong pelatihan pemuda, penguatan Karang Taruna Larangan, dan pembinaan atlet muda.
*3. Pemuda Berdaya, Perempuan Berdaya:* Sejalan dengan arahan Ketua Umum Ibu Megawati, Alrizoma sebagai Pengurus PAC Larangan mendorong Srikandi Muda Larangan untuk aktif dalam edukasi ASI, pencegahan stunting, dan penguatan kader Posyandu.
“Kita harus memperkuat kualitas SDM dan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Sumber daya manusia unggul adalah kunci Kota Tangerang yang berdaya saing, dimulai dari Larangan,” tambah Akrom.
“Kepada seluruh pemuda Kota Tangerang, khususnya Pemuda PDI Perjuangan di Kecamatan Larangan: Jauhi narkoba, judi online, dan provokasi yang memecah persatuan. Ingat pesan Bung Karno: Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Isi Sumpah Pemuda dengan karya, gotong royong, dan keberpihakan pada wong cilik.”
“Pemuda hari ini bukan hanya pewaris, tapi penentu masa depan. Dari PAC Larangan, mari kita kawal APBD pro-rakyat kecil bersama. Merdeka!” pungkas Akrom.
(DW)




















