Jakarta,-Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen gerakan rakyat menggelar aksi serta menyampaikan pernyataan sikap di Jakarta, Selasa (3/3/2026), dengan tema besar penolakan terhadap perang dan kebijakan luar negeri yang dinilai tidak berpihak pada kedaulatan rakyat.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, massa aksi mengecam agresi militer yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap sejumlah negara, termasuk Iran dan Venezuela. Mereka juga menyinggung konflik berkepanjangan di Gaza yang hingga kini masih menyisakan krisis kemanusiaan.
Massa aksi menilai dinamika geopolitik global saat ini sarat dengan kepentingan ekonomi dan politik negara-negara besar. Mereka menyoroti persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang disebut berpotensi memperburuk situasi rakyat di berbagai kawasan.
POLITIK
Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi di Jakarta, Serukan Penolakan Perang dan Kebijakan Perdagangan Pemerintah
By
surat min 61
3 Maret 2026
– Advertisement –
Mudanews.com,Jakarta – Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen gerakan rakyat menggelar aksi serta menyampaikan pernyataan sikap di Jakarta, Selasa (3/3/2026), dengan tema besar penolakan terhadap perang dan kebijakan luar negeri yang dinilai tidak berpihak pada kedaulatan rakyat.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, massa aksi mengecam agresi militer yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap sejumlah negara, termasuk Iran dan Venezuela. Mereka juga menyinggung konflik berkepanjangan di Gaza yang hingga kini masih menyisakan krisis kemanusiaan.
Massa aksi menilai dinamika geopolitik global saat ini sarat dengan kepentingan ekonomi dan politik negara-negara besar. Mereka menyoroti persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang disebut berpotensi memperburuk situasi rakyat di berbagai kawasan.
Dalam konteks nasional, peserta aksi turut mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai sejumlah langkah diplomasi dan kerja sama ekonomi belakangan ini mencerminkan ketergantungan terhadap kepentingan asing.
Salah satu poin yang disoroti adalah penandatanganan perjanjian dagang bertajuk Agreement on Reciprocal Trade yang dinilai membuka ruang impor komoditas dan investasi asing secara luas. Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace (BoP) dan ISF juga dipersoalkan karena dianggap tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif
POLITIK
Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi di Jakarta, Serukan Penolakan Perang dan Kebijakan Perdagangan Pemerintah
By
surat min 61
3 Maret 2026
– Advertisement –
Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen gerakan rakyat menggelar aksi serta menyampaikan pernyataan sikap di Jakarta, Selasa (3/3/2026), dengan tema besar penolakan terhadap perang dan kebijakan luar negeri yang dinilai tidak berpihak pada kedaulatan rakyat.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, massa aksi mengecam agresi militer yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap sejumlah negara, termasuk Iran dan Venezuela. Mereka juga menyinggung konflik berkepanjangan di Gaza yang hingga kini masih menyisakan krisis kemanusiaan.
Massa aksi menilai dinamika geopolitik global saat ini sarat dengan kepentingan ekonomi dan politik negara-negara besar. Mereka menyoroti persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang disebut berpotensi memperburuk situasi rakyat di berbagai kawasan.
Dalam konteks nasional, peserta aksi turut mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai sejumlah langkah diplomasi dan kerja sama ekonomi belakangan ini mencerminkan ketergantungan terhadap kepentingan asing.
Salah satu poin yang disoroti adalah penandatanganan perjanjian dagang bertajuk Agreement on Reciprocal Trade yang dinilai membuka ruang impor komoditas dan investasi asing secara luas. Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace (BoP) dan ISF juga dipersoalkan karena dianggap tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Para demonstran menyampaikan delapan tuntutan utama. Di antaranya mengecam perang dan agresi militer di berbagai negara, menolak keterlibatan Indonesia dalam forum internasional yang dinilai bermasalah, serta menolak perjanjian dagang yang dianggap merugikan kepentingan nasional.
Mereka juga menyerukan penghentian berbagai bentuk kerja sama dengan pihak yang disebut berkontribusi terhadap penindasan rakyat Palestina. Selain itu, tuntutan lain mencakup dorongan reforma agraria sejati, pembangunan industri nasional, serta penguatan persatuan rakyat dalam menghadapi dominasi ekonomi global
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan diwarnai orasi secara bergantian dari perwakilan organisasi mahasiswa, antara lain Front Mahasiswa Nasional, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Pusat–Jakarta Utara, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jakarta Pusat, serta sejumlah aliansi gerakan rakyat lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.
Dwi




















