Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Olahraga

Alasan Brunei jadi pengganti Bahrain di Piala Raja usai ditolak 6 negara

×

Alasan Brunei jadi pengganti Bahrain di Piala Raja usai ditolak 6 negara

Sebarkan artikel ini
Alasan Brunei jadi pengganti Bahrain di Piala Raja usai ditolak 6 negara — Timnas Brunei Darussalam beraksi di lapangan hijau setelah ditunjuk sebagai pengganti Bahrain di Piala Raja 2026
Brunei Darussalam menggantikan Bahrain di Piala Raja 2026 yang digelar di Thailand pada November.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) resmi menunjuk Timnas Brunei Darussalam sebagai pengganti Timnas Bahrain pada Piala Raja 2026. Turnamen itu dijadwalkan berlangsung selama jeda internasional FIFA Matchday bulan November di Sisket, Thailand.

Keputusan tersebut sekaligus menutup proses pencarian peserta keempat yang sempat berlarut-larut setelah Bahrain menyatakan mundur. Sebelumnya, Piala Raja 2026 direncanakan diikuti Thailand, Oman, Tajikistan, dan Bahrain.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Bahrain memilih mundur dan lebih dulu menjadwalkan laga persahabatan di China. Federasi negara itu mengirimkan surat permintaan maaf kepada FAT atas ketidakmampuan mereka tampil di Sisket.

Kekosongan satu slot membuat FAT bergerak cepat mencari pengganti. Tak lama setelah penarikan diri Bahrain diumumkan, Thailand menetapkan Brunei sebagai tim yang mengisi slot tersebut.

Alasan di Balik Pilihan Brunei

Pilihan terhadap Brunei langsung memantik reaksi di kalangan penggemar sepak bola Thailand. Banyak yang menilai Brunei belum layak tampil di turnamen ini dan menganggap Piala Raja kehilangan prestise.

Penilaian itu bertumpu pada posisi Brunei di peringkat dunia. Brunei saat ini berada di peringkat 196 dan belum lama ini gagal lolos ke ASEAN Championship 2026.

Baca Juga :  Kevin Diks Jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pertanyaannya kemudian, mengapa FAT memilih Brunei ketimbang tim dengan peringkat lebih tinggi atau setidaknya mendekati Bahrain? Jawabannya terletak pada daftar kandidat yang disusun FAT.

Dilansir SuperBall.id dari Thairath, FAT sejatinya telah menyiapkan tujuh negara sebagai calon pengganti Bahrain. Brunei adalah kandidat dengan peringkat paling rendah di antara ketujuh negara tersebut.

Keenam tim lainnya adalah Venezuela (peringkat 49 dunia), Lebanon (112), Suriname (128), Filipina (136), Myanmar (159), dan Djibouti (195). Satu per satu dari mereka menolak berpartisipasi dengan alasan masing-masing.

  • Brunei berada di peringkat 196 dunia, terendah di antara tujuh kandidat pengganti Bahrain.
  • Enam kandidat lain menolak tampil di Piala Raja 2026 karena alasan yang berbeda-beda.
  • Pengundian dan konferensi pers resmi Piala Raja 2026 dijadwalkan pada 19 Oktober.

Enam Kandidat yang Menolak

Menurut Thairath, Venezuela menolak berpartisipasi karena kondisi tertentu dan waktu persiapan yang dinilai tidak mencukupi. Lebanon juga menolak lantaran jangka waktu yang singkat, dan kemungkinan memakai laga tersebut sebagai pemanasan di negaranya sendiri.

Myanmar tidak bisa tampil karena dokumen perjalanan tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Sementara Filipina terhambat lantaran sebagian besar pemainnya berkarier di Eropa sehingga sulit berkumpul.

Baca Juga :  Veda Ega Pratama Siap Menggila di Moto3 Hungaria 2026 Setelah Start dari Posisi 9

Filipina kemungkinan besar tidak akan memainkan pertandingan persahabatan selama FIFA Matchday bulan November. Alasan-alasan itu membuat FAT menyisakan tiga kandidat yang bersedia tampil, yakni Suriname, Djibouti, dan Brunei.

Namun, Suriname dan Djibouti memerlukan prosedur pemrosesan visa yang bisa memakan waktu lebih dari sebulan. Keduanya pun tidak dapat berpartisipasi, sehingga Brunei menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa bagi FAT.

PeringkatBrunei 196, Djibouti 195, Myanmar 159, Filipina 136, Suriname 128, Lebanon 112, Venezuela 49
StatusBrunei dipilih; enam negara lain menolak
JadwalSemifinal 14 November, final tiga hari kemudian, di Sisket, Thailand

Jadwal dan Konteks Turnamen

FAT dijadwalkan mengadakan pengundian dan konferensi pers resmi Piala Raja 2026 pada 19 Oktober mendatang. Setiap tim akan memainkan pertandingan semifinal pada 14 November, disusul laga final tiga hari kemudian.

Irak merupakan juara edisi sebelumnya setelah mengalahkan Thailand dengan skor tipis 1-0 di final. Piala Raja 2026 sendiri menjadi ajang pemanasan bagi Timnas Thailand sebelum menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi awal tahun depan.

Baca Juga :  Oman vs Mozambik: Timnas Indonesia Melesat ke Peringkat 118 FIFA, Erick Thohir Titip Pesan Penting

Bagi Thailand, turnamen ini juga menjadi kesempatan menguji skuad sebelum bergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang dan Qatar. Thailand menjadi calon lawan Timnas Indonesia di fase tersebut.

Penunjukan Brunei menunjukkan betapa sempitnya pilihan FAT setelah enam kandidat lain menolak, sekaligus menegaskan posisi Piala Raja sebagai turnamen pemanasan jelang Piala Asia 2027.

Pertanyaan Umum

Mengapa Brunei dipilih sebagai pengganti Bahrain?

FAT menyiapkan tujuh kandidat pengganti. Enam di antaranya menolak dengan berbagai alasan, sementara Suriname dan Djibouti terhambat prosedur visa yang memakan waktu lebih dari sebulan. Brunei menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa.

Kapan Piala Raja 2026 berlangsung?

Turnamen digelar selama jeda internasional FIFA Matchday bulan November di Sisket, Thailand. Semifinal berlangsung 14 November dan final tiga hari kemudian, dengan pengundian serta konferensi pers resmi pada 19 Oktober.

Siapa juara edisi sebelumnya?

Irak menjuarai edisi lalu setelah mengalahkan Thailand dengan skor tipis 1-0 di final.

Sumber: Superball

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600