Jakarta – Aktivis LSM Kumpulan Pemantau Koruosi Banten Bersatu (KPKB) Dede Mulyana angkat bicara terkait beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan tindakan penghinaan dan penganiayaan terhadap seorang pedagang kecil yang diduga dilakukan oleh oknum Aparat Negara.
Ketua Umum Aktivis KPKB menilai tindakan tersebut sangat mencederai rasa keadilan dan melukai hati rakyat kecil. Menurutnya, perilaku arogan, merendahkan martabat pedagang kecil, apalagi disertai dugaan kekerasan fisik, merupakan perbuatan yang tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum dan demokrasi.
“Kami mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengambil sikap tegas dengan mencopot atau memecat oknum tersebut dari jabatannya. Pejabat itu digaji dari uang rakyat, bukan untuk menghina atau menyakiti rakyat kecil,” tegas Aktivis KPKB kepada awak media, Selasa.2026
Ia menambahkan, pedagang kecil adalah tulang punggung ekonomi rakyat yang seharusnya dilindungi, bukan justru menjadi korban kesewenang-wenangan kekuasaan. Jika tindakan tersebut dibiarkan tanpa sanksi tegas, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah.
KPKB juga meminta aparat penegak hukum Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut secara transparan dan adil, tanpa pandang bulu. “Hukum harus berdiri di atas semua golongan. Tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ujarnya.
Selain itu, KPKB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengawal kasus ini hingga tuntas, agar keadilan benar-benar dirasakan oleh korban dan menjadi pelajaran bagi pejabat lainnya agar bersikap humanis, beretika, dan berempati terhadap rakyat kecil.
“Kekuasaan bukan alat untuk menindas, melainkan amanah untuk melayani,” pungkasnya.
Kalau mau:
Penulis : Dede Mulyana
