Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Olahraga

Adyos Astan Petakan Lawan usai Menang Perdana di Asian Para Games 2026

×

Adyos Astan Petakan Lawan usai Menang Perdana di Asian Para Games 2026

Sebarkan artikel ini
Adyos Astan Petakan Lawan usai Menang Perdana di Asian Para Games 2026 — Atlet tenis meja Indonesia Adyos Astan bersiap memukul bola dalam pertandingan Asian Para Games 2026
Adyos Astan memenangi laga perdana Grup F tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 atas Digam Chemjong dari Nepal.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Adyos Astan membuka perjuangan Indonesia di cabang tenis meja Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Nepal, Digam Chemjong, di Sky Hall Toyota, Aichi, Jepang. Bertanding pada Grup F tunggal putra kelas 4-5, Adyos menang tiga gim langsung dengan skor 11-1, 11-6, dan 11-3.

Kemenangan itu menjadi modal berharga bagi atlet senior Indonesia tersebut. Namun ia tidak langsung berpuas diri. Usai pertandingan, Adyos langsung mengalihkan perhatiannya ke calon lawan berikutnya, terutama Wanchai Chaiwut dari Thailand dan Yoy Kosal asal Kamboja.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Tadi saya lihat Thailand dan Kamboja juga, lawan saya berikutnya. Biasanya kalau kita habis bertanding, next-nya yang masih main kita amati. Kira-kira apa kelebihannya, apa kelemahannya,” kata Adyos di Sky Hall Toyota, Aichi, Jepang, Jumat.

Peta Persaingan Grup F

Dalam Grup F, Adyos bersaing dengan tiga pemain dari negara berbeda. Selain Chemjong dari Nepal, ada Wanchai Chaiwut dari Thailand dan Yoy Kosal dari Kamboja. Format grup ini mengharuskan Adyos menjalani dua pertandingan berikutnya untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya.

Kemenangan atas Chemjong menjadi bekal penting bagi Adyos untuk menjaga momentum. Ia berharap hasil positif di laga pembuka bisa menambah kepercayaan dirinya menghadapi dua laga sisa di fase grup.

Baca Juga :  Slowakia vs Montenegro: Pertandingan Rugby yang Memiliki Sejarah

“Hari ini semoga jadi satu modal, jadi tambah semangat untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar Adyos.

  • Adyos Astan menang 11-1, 11-6, 11-3 atas Digam Chemjong dari Nepal di Grup F tunggal putra kelas 4-5.
  • Ia masih akan menghadapi Wanchai Chaiwut (Thailand) dan Yoy Kosal (Kamboja) di fase grup.
  • Adyos menyebut kondisi fisik dan kesiapan hari pertandingan jadi faktor penentu hasil.

Teknik Sudah Merata, Kesiapan Jadi Penentu

Adyos menilai persaingan para tenis meja Asia saat ini relatif merata. Menurutnya, para pemain memiliki kemampuan teknik yang tidak jauh berbeda satu sama lain. Karena itu, faktor non-teknis seperti kebugaran dan kesiapan mental pada hari pertandingan menjadi pembeda utama.

“Sebenarnya dalam setiap pertandingan itu rata-rata sudah memiliki kemampuan atau teknik yang sama. Tinggal bagaimana pada saat pertandingan, siapa yang lebih siap, siapa yang lebih bugar dan siapa yang kondisinya lebih bagus,” katanya.

Pandangan itu sejalan dengan pengalaman Adyos sebagai pemain senior di level para tenis meja Asia. Ia memahami betul bahwa jarak kualitas antar pemain di turnamen sekelas Asian Para Games sangat tipis, sehingga persiapan fisik dan mental menjadi kunci.

Tanpa Beban Target Berlebih

Meski tampil sebagai salah satu andalan Indonesia, Adyos memilih untuk tidak membebani dirinya dengan target tertentu. Ia lebih fokus menjaga performa agar bisa tampil maksimal sepanjang pertandingan. Pendekatan itu dinilainya lebih efektif daripada terbebani ekspektasi berlebih.

“Kita berusaha supaya tampil maksimal saja,” ujarnya singkat.

Kemenangan di laga pembuka menjadi sinyal positif bagi kontingen Indonesia yang menargetkan pencapaian maksimal di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Cabang tenis meja sendiri menjadi salah satu sektor yang diharapkan menyumbang medali, bersama bulu tangkis yang juga memulai perjuangan di Nagoya.

Adyos masih memiliki dua laga tersisa di fase grup sebelum menentukan langkah ke babak berikutnya. Hasil pengamatan terhadap permainan Wanchai Chaiwut dan Yoy Kosal akan menjadi bekal taktis yang ia siapkan bersama tim pelatih.

Dengan modal kemenangan atas Chemjong, Adyos berada di jalur yang tepat untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak selanjutnya. Namun ia menyadari setiap laga di Asian Para Games memiliki tantangan tersendiri, terutama menghadapi pemain-pemain Asia Tenggara yang sudah saling mengenal karakter permainan.

Laga melawan Wanchai Chaiwut dari Thailand dan Yoy Kosal dari Kamboja akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Adyos. Dua pertandingan itu sekaligus menentukan apakah langkahnya di nomor tunggal putra kelas 4-5 bisa berlanjut ke fase berikutnya.

Pertanyaan Umum

Siapa lawan Adyos Astan di laga pembuka Asian Para Games 2026?

Adyos Astan menghadapi Digam Chemjong dari Nepal di laga pembuka Grup F tunggal putra kelas 4-5, dan menang tiga gim langsung 11-1, 11-6, 11-3.

Siapa saja lawan Adyos di fase grup?

Di Grup F, Adyos bersaing dengan Wanchai Chaiwut dari Thailand, Digam Chemjong dari Nepal, dan Yoy Kosal dari Kamboja.

Apa faktor penentu menurut Adyos dalam pertandingan?

Adyos menilai kemampuan teknik para pemain Asia sudah relatif merata, sehingga kesiapan, kebugaran, dan kondisi pada hari pertandingan menjadi faktor yang menentukan hasil.

Sumber: JawaPos

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600