Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Di Tengah Gempita Merah Muda Fest, Laksmi Pusparini: Pemuda Tangsel Jangan Jadi Penonton, Jadilah Penggerak Ekonomi Kerakyatan

×

Di Tengah Gempita Merah Muda Fest, Laksmi Pusparini: Pemuda Tangsel Jangan Jadi Penonton, Jadilah Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel Dra. Made Laksmi Pusparini menilai Merah Muda Fest 2026 bukan sekadar seremoni Sumpah Pemuda, melainkan ekosistem ekonomi yang menggelorakan sport tourism, sportainment, dan UMKM sebagai kekuatan baru ekonomi kerakyatan

JAKARTA_HARIANESIA.COM_ Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan merah muda, Minggu, 25 Oktober 2026. Ribuan anak muda dari berbagai daerah tumpah ruah dalam Merah Muda Fest 2026, perhelatan akbar kepemudaan yang digelar Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan untuk menyambut 98 Tahun Sumpah Pemuda.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Festival yang diawali dengan Napak Tilas dari Museum Sumpah Pemuda itu tidak hanya menampilkan musik dan seni. Di sudut-sudut lapangan, terlihat stan-stan UMKM seperti Flowerbliss dan Chocojoy Bits, workshop eco-printing, hingga misi kemanusiaan penggalangan donasi bagi korban bencana kebakaran. Fungsionaris DPP PDI Perjuangan Adian Napitupulu tampak berbaur dengan kader dan simpatisan yang memadati lokasi.

Baca Juga :  DPP GMNI Dukung Penyelidikan Ketua DPRD Papua Barat Daya Terkait Dugaan korupsi Baju Dinas 1 Milyar

Di antara keramaian itu, Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan hadir paling solid. Mereka datang dengan Bus Royal Platinum, berseragam kompak, membawa semangat dari kota penyangga ibu kota.

Soliditas itu dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Selatan, Dra. Made Laksmi Pusparini. Politisi PDI Perjuangan yang dikenal vokal mengawal anggaran pro-rakyat kecil itu hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai penyambung pesan ekonomi kerakyatan bagi generasi muda.

Laksmi menegaskan Merah Muda Fest adalah jawaban atas pertanyaan lama: bagaimana menjadikan Sumpah Pemuda relevan di tengah gempuran ekonomi digital.

“Di Komisi III, tupoksi kami adalah keuangan, perekonomian, dan pemanfaatan potensi kepemudaan dan olahraga sebagai sumber PAD. Kami bermitra dengan Dispora dan BUMD. Jadi apa yang saya lihat di Merah Muda Fest ini sangat selaras. Ini bukan festival hura-hura. Ini adalah ekosistem ekonomi,” kata Laksmi.

Baca Juga :  Ir. Muaz HD Wafat, DPRD Kota Bogor Sampaikan Duka Mendalam

Menurutnya, konsep sport tourism, sportainment, dan ekonomi kreatif yang disuguhkan dalam festival adalah model yang selama ini diperjuangkan di DPRD Tangsel. Ia menyebut puluhan UMKM yang berjualan di Lapangan Banteng sebagai potret ekonomi kerakyatan yang harus dikawal negara, bukan ditinggalkan.

“Jangan anggap remeh satu stan UMKM. Di balik itu ada rantai ekonomi: produsen bahan baku, pekerja, kurir, hingga konten kreator. Tugas kami di Komisi III adalah memastikan mereka dapat perizinan yang mudah, akses modal yang murah, dan ruang promosi di setiap event kota,” ujar Laksmi.

Laksmi kemudian mengaitkan semangat itu dengan pesan historis Sumpah Pemuda. Jika pada 1928 pemuda bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, maka pada 2026 pemuda harus bersumpah untuk satu tekad: berdaulat secara ekonomi.

Baca Juga :  Kecam Kasus Daycare Little Aresha, Pengusaha Muda Bali Made Hiroki Desak Daerah Perketat Pengawasan Penitipan Anak

“Harapan saya kepada kader PDI Perjuangan dan generasi muda Tangsel, jangan hanya menjadi penonton festival. Jadilah pelaku. Jadilah UMKM, atlet, kreator. Sesuai arahan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, pemuda harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Komitmen itu, lanjut Laksmi, tidak berhenti pada pidato. Sebagai Wakil Ketua Komisi III, ia memastikan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) untuk pelatihan kewirausahaan muda, peningkatan sarana olahraga publik, dan anggaran yang berpihak pada anak muda akan terus dikawal hingga masuk dalam APBD Kota Tangerang Selatan.

“Kami ingin memastikan APBD Tangsel benar-benar pro-pemuda dan pro-wong cilik. Sumpah Pemuda tidak boleh hanya dihafal, harus digelorakan menjadi kerja nyata,” tutupnya.

Merah Muda Fest 2026 ditutup dengan doa bersama untuk korban kebakaran dan pekik “Merah Muda Menggelorakan, Pemuda Berdaulat!” yang menggema di bawah patung Pembebasan Irian Barat, Lapangan Banteng.

(DW)

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600