Nama Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali mencuat di Indonesia seiring munculnya wacana perubahan klasifikasi pasar saham nasional. Di balik nama yang kerap disebut dalam pembahasan investasi itu, MSCI sebenarnya adalah perusahaan penyedia indeks pasar saham global dengan perjalanan bisnis yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad.
Jauh sebelum ramai dibicarakan di pasar saham Indonesia, sejarah MSCI dimulai pada akhir 1960-an. Kala itu, perusahaan investasi Capital International mulai mengembangkan indeks saham global untuk membantu investor memahami dan membandingkan pasar saham di berbagai negara.
Mengutip laporan tahunan MSCI, Capital International mulai melisensikan produk indeks saham global pada 1969. Morgan Stanley kemudian mengambil peran dalam pengembangan bisnis tersebut pada 1986, termasuk memperoleh hak lisensi untuk menggunakan nama Morgan Stanley Capital International yang kini lebih dikenal sebagai MSCI.
Meski fondasi bisnisnya sudah terbangun sejak puluhan tahun sebelumnya, MSCI Inc. baru resmi berdiri pada 1998. Sejak saat itu, perusahaan terus berkembang, bukan hanya menyediakan indeks saham, tetapi juga menghadirkan data dan analisis yang membantu investor membaca pergerakan pasar serta mengambil keputusan investasi.
Seiring investasi lintas negara yang makin umum, kebutuhan atas informasi yang mudah dipahami dan bisa dijadikan pembanding ikut meningkat. Indeks saham menjadi salah satu alat yang membantu investor melihat gambaran pasar, menentukan strategi, hingga mengukur peluang investasinya.
1969 — Capital International mulai melisensikan produk indeks saham global.
1986 — Morgan Stanley mengambil peran dalam pengembangan bisnis dan memperoleh hak lisensi nama Morgan Stanley Capital International.
1998 — MSCI Inc. resmi berdiri.
2007 — MSCI melaksanakan penawaran saham perdana atau IPO pada November.
MSCI kemudian memperluas bisnisnya dan pada Juni 2004 mengakuisisi Barra, perusahaan yang dikenal melalui layanan analisis risiko investasi. Langkah ini membuat layanan MSCI semakin beragam, termasuk membantu investor memahami risiko dan mengelola portofolio mereka.
Perjalanan MSCI memasuki babak baru pada November 2007, ketika perusahaan melaksanakan penawaran saham perdana atau IPO. MSCI menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar saham, sehingga investor publik bisa memiliki sebagian saham MSCI.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada Mei 2009, Morgan Stanley melepas seluruh kepemilikannya di MSCI. Sejak itu, MSCI melanjutkan bisnisnya sebagai perusahaan publik yang berdiri sendiri.
Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana perusahaan memperluas bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan industri finansial yang makin kompleks. Kini, cakupan bisnis MSCI juga makin luas. Selain indeks saham yang menjadi salah satu produk utamanya, perusahaan juga menawarkan layanan analisis investasi, serta data dan riset seputar keberlanjutan dan perubahan iklim.
Informasi semacam itu menjadi semakin relevan bagi investor yang ingin melihat peluang dan risiko investasi dari berbagai sudut pandang. Indeks, analitik, dan riset keberlanjutan kini saling melengkapi dalam satu ekosistem layanan.
Menariknya, bisnis MSCI tidak bergantung pada penjualan produk fisik seperti perusahaan pada umumnya. Pendapatannya berasal dari layanan yang digunakan oleh pelaku industri keuangan, mulai dari lisensi indeks, langganan layanan analisis, hingga biaya yang berkaitan dengan produk investasi yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan.
Dalam laporan tahunan 2025, MSCI mencatat pendapatan operasional sebesar US$3,13 miliar. Bisnis indeks menjadi penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 57%, disusul layanan analitik yang berkontribusi sebesar 22,8%.
| Pendapatan operasional 2025 | US$3,13 miliar |
|---|---|
| Kontribusi bisnis indeks | sekitar 57% |
| Kontribusi layanan analitik | 22,8% |
Perjalanan MSCI menunjukkan bagaimana sebuah bisnis yang berawal dari penyedia indeks saham dapat berkembang menjadi perusahaan global dengan beragam layanan investasi. Di tengah perkembangan pasar keuangan, peran MSCI tidak hanya menyediakan angka dan data, tetapi juga membantu investor memahami pasar yang terus berubah.
Pertanyaan Umum
Apa itu MSCI?
MSCI adalah singkatan dari Morgan Stanley Capital International, sebuah perusahaan penyedia indeks pasar saham global yang juga menawarkan layanan analisis investasi serta data dan riset seputar keberlanjutan dan perubahan iklim.
Sejak kapan MSCI berdiri?
Fondasi bisnisnya dimulai pada akhir 1960-an, dengan Capital International mulai melisensikan produk indeks saham global pada 1969. Morgan Stanley mengambil peran pada 1986, sementara MSCI Inc. baru resmi berdiri pada 1998 dan melaksanakan IPO pada November 2007.
Dari mana pendapatan MSCI berasal?
Pendapatan MSCI berasal dari layanan yang digunakan pelaku industri keuangan, mulai dari lisensi indeks, langganan layanan analisis, hingga biaya terkait produk investasi yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan. Pada laporan tahunan 2025, pendapatan operasionalnya tercatat US$3,13 miliar, dengan bisnis indeks menyumbang sekitar 57% dan layanan analitik 22,8%.
Sumber: Bisnis.com




















