Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

Harga minyak mentah Indonesia capai US$91-92 per barel

×

Harga minyak mentah Indonesia capai US$91-92 per barel

Sebarkan artikel ini
Harga minyak mentah Indonesia capai US$91-92 per barel — Menteri Bahlil Lahadalia menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia US$91-92 per barel dalam konferensi pers di Jakarta.
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) berada di kisaran US$91-92 per barel sejak Januari hingga Oktober.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) sepanjang awal tahun hingga kini berada di kisaran US$ 91–92 per barel. Angka itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Selasa (20/10), di Jakarta.

Menurut Bahlil, level tersebut merupakan rata-rata sejak Januari hingga Oktober. Kenaikan terjadi karena harga minyak dunia sempat menembus US$ 100 per barel.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Rata-rata harga dari Januari hingga Oktober sekarang ICP di angka US$ 91-92 per barel,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (19/10).

Bahlil menyebut lonjakan harga minyak berlangsung di tengah kondisi geopolitik global yang semakin tidak menentu. Rata-rata ICP itu, katanya, sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Selain minyak, harga batu bara ikut terkerek. Bahlil melaporkan harga komoditas batu bara mulai meningkat hingga US$ 154 per ton untuk jenis kalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR.

“Harapan kami memang harganya bagus, produksinya kita naikkan. Sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand. Tapi kami juga ingin untuk bisa menaikkan devisa,” ujarnya.

Lonjakan ICP September 2026

Pemerintah menetapkan rata-rata ICP September 2026 sebesar US$ 112,81 per barel. Angka ini naik US$ 23,38 atau 26% dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level US$ 89,43 per barel.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026. Kebijakan itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta, Senin (12/10).

PeriodeRata-rata ICP
September 2026US$ 112,81 per barel
Agustus 2026US$ 89,43 per barel
PerubahanNaik US$ 23,38 atau 26%

“Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global. Dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan. Kenaikan ini terjadi secara menyeluruh pada seluruh benchmark internasional,” kata Laode dalam siaran pers, dikutip Selasa (13/10).

Baca Juga :  AS-Iran Damai, Subsidi Energi Indonesia Bisa Berkurang hingga 20%: Apa yang Terjadi?

Pemicu: Selat Hormuz hingga OPEC+

Menurut Laode, eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Jalur itu merupakan rute vital ekspor minyak dunia.

Ekspor minyak mentah melalui rute tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28% dibandingkan Juli.

“Kondisi ini diperkuat oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan drone sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

Selain itu, ada faktor lain yang memperketat pasokan global. Laode menyebut penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah.

Pergerakan ICP penting bagi pembaca karena memengaruhi asumsi harga minyak dalam APBN, beban subsidi energi, dan penerimaan negara dari sektor migas.

Dengan tekanan pasokan yang belum mereda, pemerintah menempatkan harga komoditas yang lebih tinggi sebagai peluang menaikkan produksi sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan melalui relaksasi terbatas. Di sisi lain, Bahlil menegaskan tujuannya tetap menaikkan penerimaan devisa negara dari sektor energi.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp 18.000 Imbas Rencana Downgrade Status Indonesia oleh MSCI

Pertanyaan Umum

Berapa rata-rata ICP sejak awal tahun hingga Oktober?

Bahlil Lahadalia menyebut rata-rata ICP berada di kisaran US$ 91–92 per barel sejak Januari hingga Oktober.

Berapa ICP September 2026 dan bagaimana perubahannya?

ICP September 2026 ditetapkan US$ 112,81 per barel, naik US$ 23,38 atau 26% dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar US$ 89,43 per barel.

Apa yang membuat harga minyak melonjak?

Ditjen Migas menyoroti ketegangan AS–Iran dan risiko pelayaran di Selat Hormuz, penurunan ekspor melalui rute itu hingga 28% dibanding Juli, penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari, penundaan kuota produksi OPEC+, serta serangan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor di Rusia dan kawasan Laut Merah.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600