KARTASURA, Sukoharjo — 10 Oktober 2026 Semangat kebersamaan dan persatuan mewarnai hari kesembilan peringatan Ambal Warsa ke-346 Kartasura, di mana berbagai perguruan pencak silat dari lintas zaman berkumpul dalam satu halaman. Perhelatan yang sarat makna ini terwujud berkat gagasan mulia dari KRA Dr. H. Djuyamto Rekso Adiningrat, SH., MH., tokoh pemerhati budaya asli Kartasura yang senantiasa berupaya menyatukan kekayaan budaya daerah.
Kehadiran berbagai perguruan silat yang berdiri sejak puluhan tahun lalu hingga yang baru tumbuh di era masa kini menjadi bukti bahwa pencak silat di Kartasura tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Lintas zaman, para peserta tampil dengan penuh kebanggaan, menunjukkan keberagaman aliran yang tetap bersatu dalam satu semangat menjaga warisan leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, Mbah Ripto, sesepuh Perisai Diri Kartasura, turut hadir dan menyampaikan apresiasi yang mendalam. Beliau menyampaikan bahwa terwujudnya kerukunan dan kebersamaan antar seluruh perguruan pencak silat di Kartasura ini tidak terlepas dari gagasan serta inisiatif KRA Dr. H. Djuyamto Rekso Adiningrat, SH., MH.
“Pencak silat Kartasura rukun menjadi satu, itu salah satu ide beliau. Beliau yang terus mengingatkan dan mendorong kita untuk tetap bersatu, meskipun berbeda perguruan, kita tetap satu saudara, satu tanah kelahiran, yaitu Kartasura,” ungkap Mbah Ripto dengan penuh kehangatan.
Pertemuan ini bukan sekadar pertunjukan seni bela diri, melainkan pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga, sehingga pencak silat sebagai warisan leluhur tetap dihormati, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang dengan penuh kebanggaan.
Mariyo




















