Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Analis Senin 12 Oktober

×

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Analis Senin 12 Oktober

Sebarkan artikel ini
Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Analis Senin 12 Oktober — Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan grafik naik dan angka indeks
IHSG ditutup menguat 1,04% ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026).
Banner Iklan Harianesia 468x60

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,04% atau naik 62,48 poin ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Penguatan itu menjadi penutup pekan yang positif secara mingguan, meski belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan investor asing sepenuhnya.

Analis Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan penguatan IHSG pada Jumat terjadi setelah indeks mengalami tekanan jual yang cukup tajam pada perdagangan sebelumnya. Secara mingguan, IHSG naik 0,94%, tetapi investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp 2,5 triliun.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Menurut Hendra, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan indeks belum sepenuhnya mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Kenaikan pada Jumat lebih tepat dibaca sebagai upaya pemulihan setelah koreksi, yang turut didukung oleh pembelian saham oleh investor domestik.

Net Sell Asing Lampaui Krisis 2008 dan 2020, Investor Global Tunggu Aksi OJK dan SRO

Dari sisi domestik, Hendra menyebut sejumlah faktor yang perlu dicermati, antara lain stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga, daya beli masyarakat, serta konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah. Sementara dari sisi global, arah suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil US Treasury, pergerakan dolar AS, harga minyak, dan dinamika geopolitik masih berpotensi mempengaruhi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  BEI Perketat Syarat IPO, Emiten Wajib Penuhi Kriteria Keuangan

Level Teknikal IHSG yang Perlu Dicermati

Secara teknikal, Hendra mengatakan IHSG sedang berusaha membangun momentum pemulihan setelah sempat bergerak di bawah level psikologis 6.000 dan menyentuh area 5.995 pada perdagangan Jumat sebelum akhirnya berbalik menguat.

Ia melihat area 6.000 sebagai support psikologis penting, dengan support berikutnya di kisaran 5.950-5.995. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran 6.120-6.150, kemudian 6.200-6.220.

LevelKisaran
Support psikologis6.000
Support berikutnya5.950-5.995
Resistance terdekat6.120-6.150
Resistance lanjutan6.200-6.220

Untuk perdagangan Senin (12/10/2026), IHSG diperkirakan berpeluang bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas selama mampu mempertahankan area 6.000. Namun, penguatan tersebut belum dapat langsung diartikan sebagai awal tren bullish baru. Demikian disampaikan Hendra kepada Kontan, Minggu (11/10/2026).

Saham Energi dan Pertambangan Jadi Sorotan

Dari sisi sektoral, Hendra menilai saham energi dan pertambangan masih menarik untuk dicermati. Ia merekomendasikan speculative buy saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 2.700 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 12.400.

Baca Juga :  Prediksi Rupiah Pekan Depan: Dibayangi Sentimen Eksternal dan Internal

Selain itu, Hendra merekomendasikan speculative buy saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp 3.400 dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan target harga Rp 3.200.

  • ADRO direkomendasikan speculative buy dengan target Rp 2.700.
  • AADI direkomendasikan speculative buy dengan target Rp 12.400.
  • ANTM dan MDKA masing-masing ditargetkan ke Rp 3.400 dan Rp 3.200.

Diversifikasi Elnusa (ELSA) Bidik Pasar Irak, Bisnis Non-Pertamina Berkontribusi 22%

Pandangan William Hartanto: Belum Konfirmasi Reversal

Sementara itu, Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menilai penguatan IHSG ke level 6.093 pada perdagangan Jumat masih belum mengonfirmasi reversal. Menurutnya, IHSG masih berada dalam tren melemah, tetapi setidaknya sudah dua kali mempertahankan level 5.970 sehingga membuka peluang terbentuknya pola double bottom.

William memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.000-6.143 pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Untuk rekomendasi saham, William menyarankan buy saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) dengan target harga Rp 422-Rp 430. Selain itu, ia juga merekomendasikan buy saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan target harga Rp 1.165-Rp 1.180.

Pertanyaan Umum

Berapa level penutupan IHSG pada Jumat, 9 Oktober 2026?

IHSG ditutup menguat 1,04% atau naik 62,48 poin ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Secara mingguan, indeks naik 0,94%, tetapi investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp 2,5 triliun.

Bagaimana proyeksi IHSG untuk perdagangan Senin, 12 Oktober 2026?

Hendra Wardana memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas selama mampu mempertahankan area 6.000. William Hartanto memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.000-6.143, dengan catatan penguatan belum mengonfirmasi reversal.

Apa saja faktor yang mempengaruhi arah IHSG ke depan?

Dari sisi domestik, faktor yang dicermati meliputi stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga, daya beli masyarakat, serta konsistensi kebijakan ekonomi pemerintah. Dari sisi global, arah suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil US Treasury, pergerakan dolar AS, harga minyak, dan dinamika geopolitik masih berpotensi mempengaruhi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sumber: Kontan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600