Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031, MPRO dan SMMA Alami Crossing Jumbo

×

IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031, MPRO dan SMMA Alami Crossing Jumbo

Sebarkan artikel ini
IHSG Anjlok 1 — Ilustrasi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup melemah 1,88% ke level 6.031 pada perdagangan Kamis (8/10).
Banner Iklan Harianesia 468x60

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 1,88% ke level 6.031 pada perdagangan hari ini, Kamis (8/10). Dari seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 171 saham menguat, 497 saham terkoreksi, dan 119 saham lainnya stagnan.

Pelemahan IHSG hari ini terjadi di tengah derasnya aksi jual di hampir seluruh sektor. Kondisi itu diperparah oleh tren serupa yang melanda bursa saham utama Asia pada sore hari yang sama.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Di sisi lain, pasar masih mencatat sejumlah transaksi crossing bernilai jumbo. Transaksi tersebut menjadi salah satu sorotan karena nilainya jauh di atas rata-rata transaksi harian saham terkait.

Transaksi Crossing Jumbo Warnai Perdagangan

Salah satu transaksi crossing terbesar terjadi pada saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) di level Rp 12.000. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp 548,63 miliar.

Selain MPRO, transaksi crossing juga tercatat pada emiten konglomerat milik Sinar Mas, Franky Oesman Widjaja, yakni PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). Transaksi berlangsung di level Rp 11.763 dengan nilai Rp 178,86 miliar.

Nilai Transaksi dan Kapitalisasi Pasar

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini sebesar Rp 12,79 triliun. Volume perdagangan tercatat 63,19 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,95 juta kali transaksi.

Adapun kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan hari ini berada di level Rp 10.629 triliun.

Sektor Energi Pimpin Pelemahan

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, delapan di antaranya berakhir di zona merah. Sektor energi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 2,77%.

Salah satu saham energi yang tertekan adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang turun 5,66% ke level Rp 1.000.

Baca Juga :  Saham yang Banyak Diborong Asing saat IHSG Terkoreksi (29/9)

Hanya sebagian kecil sektor yang mampu bertahan di zona hijau, seiring tekanan jual yang merata di hampir seluruh lini pasar.

Saham top gainers:

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 2,04% ke Rp 1.250.
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 1,62% ke Rp 1.570.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 1,41% ke Rp 1.440.

Saham top losers:

  • PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) turun 10,50% ke Rp 3.070.
  • PT Singaraja Putra Tbk (SINI) turun 10,45% ke Rp 15.000.
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 8,93% ke Rp 765.

Bursa Asia Ikut Terpuruk

Pelemahan IHSG sejalan dengan kinerja bursa saham utama Asia yang sore ini seluruhnya berakhir di zona merah. Indeks Nikkei turun 1,42%, Shanghai Composite terkoreksi 0,79%, Hang Seng tergelincir 1,43%, dan Straits Times merosot paling dalam dengan 3,49%.

Straits Times menjadi indeks dengan penurunan terbesar di antara bursa utama Asia, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat di kawasan tersebut.

Pertanyaan Umum

Berapa penurunan IHSG pada 8 Oktober 2026?

IHSG ditutup merosot 1,88% ke level 6.031 pada perdagangan hari ini, Kamis (8/10).

Saham apa saja yang mencatat transaksi crossing jumbo?

Transaksi crossing jumbo tercatat pada PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) di level Rp 12.000 senilai Rp 548,63 miliar, serta PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) di level Rp 11.763 senilai Rp 178,86 miliar.

Sektor apa yang mencatat penurunan terbesar?

Sektor energi mencatat penurunan terbesar dengan koreksi 2,77%, salah satunya pada saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang turun 5,66% ke Rp 1.000.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600