Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Olahraga

Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor Dunia

×

Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor Dunia

Sebarkan artikel ini
Rahmat Erwin Abdullah berlaga pada cabang angkat besi kelas 75 kg putra di Asian Games 2026 Nagoya.
Lifter Rahmat Erwin Abdullah berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia di Asian Games 2026 Nagoya.
Banner Iklan Harianesia 468x60

NAGOYA — Lifter putra Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, berhasil mempersembahkan medali emas kedua bagi kontingen Merah Putih di ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Bertanding pada nomor perlombaan kelas 75 kg putra, Rahmat tampil gemilang dengan membukukan akumulasi angkatan seberat 366 kg yang sekaligus dicatat sebagai rekor dunia baru.

Kemenangan prestisius tersebut disambut gembira oleh kontingen Indonesia di arena pertandingan. Keberhasilan Rahmat mengamankan posisi teratas semakin menegaskan posisi cabang olahraga angkat besi sebagai salah satu pilar andalan Indonesia dalam mendulang prestasi di pesta olahraga multicabang tingkat Asia.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Perjalanan Rahmat menuju podium juara berlangsung dalam atmosfer kompetisi yang sangat ketat. Di panggung pertandingan, atlet berusia 25 tahun itu harus bersaing ketat melawan lifter-lifter terbaik dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara yang datang dengan target memecahkan rekor.

Persaingan Sengit pada Angkatan Snatch

Pertarungan memperebutkan posisi terbaik langsung memanas sejak babak awal kompetisi dimulai. Tiga lifter utama, yakni Rahmat Erwin Abdullah, Ri Chong Song asal Korea Utara, serta Weeraphon Wichuma dari Thailand, saling beradu strategi beban di papan angkatan.

Pada sesi snatch, Rahmat mencatatkan angkatan terbaik seberat 160 kg. Hasil tersebut menempatkan lifter asal Makassar ini di deretan tiga besar klasemen sementara, sekaligus menjaga jarak poin tetap aman untuk sesi penentuan berikutnya.

Posisi puncak pada nomor snatch ditempati oleh lifter Korea Utara, Ri Chong Song, yang sukses mengeksekusi angkatan seberat 162 kg. Sementara itu, lifter Thailand Weeraphon Wichuma membayangi di peringkat berikutnya setelah mengangkat beban 160 kg, angka yang setara dengan catatan angkatan milik Rahmat.

Baca Juga :  Pertandingan USA vs Jerman di Piala Dunia 2026: Jadwal dan Lokasi Pertandingan

Selisih angka yang amat tipis di akhir sesi snatch menuntut kesiapan fisik dan ketahanan mental prima. Tim pelatih Indonesia tetap tenang membaca situasi karena keunggulan kompetitif Rahmat kerap berada pada sesi angkatan kedua.

Strategi Penentu pada Angkatan Clean and Jerk

Perebutan medali emas kian menegangkan ketika kompetisi beralih ke nomor clean and jerk. Pada nomor yang menjadi spesialisasinya ini, Rahmat langsung mengirimkan sinyal ancaman dengan memulai angkatan pembuka seberat 201 kg secara sempurna.

Ri Chong Song mengawali penampilannya di sesi ini dengan mengangkat beban 195 kg. Atlet Korea Utara tersebut kemudian berupaya menaikkan beban menjadi 202 kg pada percobaan kedua demi mengejar defisit poin, tetapi percobaannya berujung pada kegagalan.

Tekanan terbesar justru dilancarkan oleh Weeraphon Wichuma yang membuka angkatan clean and jerk pada beban 200 kg. Pada kesempatan kedua, atlet Thailand tersebut berhasil menaklukkan beban seberat 205 kg, yang sempat membawanya memimpin kalkulasi total angkatan sementara.

Merespons peningkatan beban para pesaingnya, Rahmat melangkah ke panggung pada percobaan kedua dengan beban 206 kg. Rahmat berhasil mengangkat beban tersebut dengan teknik yang sangat solid, mengukir rekor dunia baru sekaligus memastikan langkahnya merebut medali tertinggi.

Keberhasilan mengangkat beban 206 kg tersebut membuat posisi Indonesia tidak lagi terkejar oleh lawan-lawannya. Akumulasi nilai yang dicapai Rahmat membawanya unggul tipis namun menentukan atas perlawanan sengit wakil Thailand.

Baca Juga :  Wushu Sanda Tambah 3 Perunggu untuk Indonesia di Asian Games 2026

Konsistensi Prestasi Angkat Besi Indonesia

Raihan medali emas kedua bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026 ini memberikan dorongan moral yang sangat besar. Prestasi ini membuktikan kesinambungan program pemusatan latihan nasional cabang olahraga angkat besi yang secara konsisten menghasilkan lifter kelas dunia.

Pencapaian dua rekor dunia dalam satu pertandingan—masing-masing pada angkatan clean and jerk seberat 206 kg dan total angkatan 366 kg—menjadi bukti peningkatan performa Rahmat. Standar kompetisi angkat besi Asia yang setara dengan kejuaraan dunia menjadikan hasil ini terasa sangat berharga.

Keberhasilan ini juga merupakan buah dari perhitungan taktik tim pelatih yang cermat dalam menetapkan kenaikan beban di setiap percobaan. Pemilihan angka yang terukur membuat atlet mampu tampil percaya diri tanpa membuang kesempatan berharga di atas panggung.

Dukungan para pendukung Indonesia yang hadir di arena pertandingan turut memberikan energi tambahan bagi penampilan Rahmat. Atmosfer kompetisi yang kompetitif berhasil diubah menjadi motivasi untuk menorehkan prestasi tertinggi bagi bangsa.

Rincian Catatan Angkatan Tiga Besar

Berikut adalah catatan angkatan yang diraih oleh tiga lifter teratas pada kelas 75 kg putra Asian Games 2026:

  • Rahmat Erwin Abdullah asal Indonesia membukukan angkatan snatch 160 kg dan clean and jerk 206 kg sehingga mencapai total angkatan seberat 366 kg.
  • Weeraphon Wichuma dari Thailand mencatatkan angkatan snatch 160 kg dan clean and jerk 205 kg untuk mengumpulkan total angkatan 365 kg.
  • Ri Chong Song asal Korea Utara menorehkan angkatan snatch 162 kg dan clean and jerk 195 kg setelah gagal mengangkat beban 202 kg pada kesempatan kedua.
Baca Juga :  Piala Negara Bola Voli Putra AVC 2026: Indonesia Raih Kemenangan Dramatis 3-2 Atas Qatar

Selisih keunggulan satu kilogram pada akumulasi akhir menggambarkan tingginya level kompetisi di antara para atlet terbaik dunia tersebut. Konsistensi eksekusi pada setiap angkatan terbukti menjadi faktor pembeda dalam perebutan gelar juara.

Pencapaian bersejarah ini membuka jalan positif bagi atlet-atlet Merah Putih lainnya yang masih akan berjuang di Nagoya. Prestasi Rahmat menjadi teladan mengenai arti disiplin, ketenangan, dan kerja keras di panggung olahraga internasional.

Pertanyaan Umum

Berapa total angkatan yang ditorehkan Rahmat Erwin Abdullah di Asian Games 2026?

Rahmat Erwin Abdullah mencatatkan total angkatan seberat 366 kg, yang merupakan gabungan dari angkatan snatch 160 kg dan clean and jerk 206 kg. Catatan ini resmi memecahkan rekor dunia di kelas 75 kg putra.

Rekor dunia apa saja yang dipecahkan oleh Rahmat Erwin Abdullah di Nagoya?

Rahmat memecahkan dua rekor dunia sekaligus pada ajang ini, yaitu rekor dunia angkatan clean and jerk dengan beban 206 kg serta rekor dunia total angkatan seberat 366 kg.

Siapa saja lawan terberat Rahmat Erwin Abdullah di kelas 75 kg putra?

Pesaing terberat Rahmat adalah Weeraphon Wichuma dari Thailand yang menorehkan total angkatan 365 kg serta Ri Chong Song dari Korea Utara yang sempat memimpin sesi snatch dengan angkatan seberat 162 kg.

Sumber: Republika

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600