Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
HukumInvestigasiPolitik

Petrus Herman Kecam APH Yang Beringas, Mestinya Sebagai Pengayom Masyarakat, Bukan Malah Menjadi Pembunuh

9
×

Petrus Herman Kecam APH Yang Beringas, Mestinya Sebagai Pengayom Masyarakat, Bukan Malah Menjadi Pembunuh

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Tangerang – Kasus polisi melindas pengemudi ojek online (ojol) yang terjadi pada 28 Agustus 2025, memicu keprihatinan luas di masyarakat. Kematian Affan Kurniawan Seorang pengemudi ojol meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat memicu reaksi keras dari pengemudi ojol dan masyarakat lainnya.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Selain Affan yang Meninggal Dunia, ada korban lain bernama Moh. Umar Amirudin yang mengalami luka serius akibat peristiwa serupa.

Hal ini memicu
Reaksi Masyarakat Ratusan massa dari pengemudi ojol mendatangi Markas Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk menuntut tanggung jawab instansi yang telah melindas Affan hingga meninggal dunia.

Baca Juga :  Konstatering Pengadilan Negeri Lamongan: Penegasan Legalitas Aset PT. Dok Pantai Lamongan Pasca Lelang Eksekusi

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri memerintahkan jajarannya untuk memulai proses pidana kepada tujuh perwira yang berada di dalam kendaraan taktis yang menabrak Affan. Ketua Komisi Kepolisian Nasional juga meminta kepolisian untuk transparan dan adil dalam menginvestigasi kasus ini.

Aksi Protes Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa pada 29 Agustus 2025, menuntut keadilan dan pertanggungjawaban pemerintah atas peristiwa yang viral di media sosial tersebut.

Mereka menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan, mendoakan semoga beliau diterima sesuai dengan amal ibadah dan yang menyebabkan Kejadian ini semoga dapat ditindak dengan tegas.

Baca Juga :  Tia Rahmania Beberkan Alasan Mengapa Semprot Pimpinan KPK

Petrus Herman penggiat Demokrasi asal Kota Tangerang
Menanggapi kejadian ini dengan penuh kekecewaan yang mendalam, dirinya merasa prihatin atas kejadian yang menimpa terhadap anak bangsa yang seharusnya dapat dilindungi oleh aparat keamanan selaku pengayoman masyarakat malah menjadi korban kebrutalan oleh aparat itu sendiri, hal ini diungkapkan Jumat (29/8/2025)

Lebih lanjut Petrus Herman menyampaikan keprihatinya dengan meninggalnya Affan Kurniawan “Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan.” ungkapnya.

Penggiat Demokrasi asal Tangerang ini juga mengatakan sangat “Menyayangkan insiden yang menimpa Affan Kurniawan, dan Tuntutan keadilan harus dipenuhi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan tandasnya.

Baca Juga :  Prabowo, Donald Trump dan Masa Depan Dunia

Kami mendoakan Semoga arwah Affan Kurniawan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan.

Kematian Affan Kurniawan adalah pengingat pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan dalam setiap aksi demo. Mari kita berjuang untuk keadilan dengan cara yang damai dan bertanggung jawab dan semestinya aparatur penegak hukum sebagai pengayom masyarakat harus bisa melindungi masyarakat, bukan malah sebaliknya menjadi pembunuh masyarakat.

Sebagai masyarakat yang
taat membayar pajak demi mencukupi kebutuhan mereka-mereka para pejabat negara, ia mengecam keras atas perilaku Aparat Penegak Hukum, pungkas Petrus.

(D.Wahyudi)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600