SRAGEN – Jajaran Polres Sragen kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pada Senin (2/3/2026), tiga polsek yakni Polsek Sukodono, Polsek Sidoharjo, dan Polsek Gemolong turun langsung melakukan pengecekan dan pemantauan tanaman jagung di lahan baku sawah (LBS) milik warga.
Kegiatan berlangsung hampir bersamaan di tiga kecamatan berbeda sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasar, menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pendampingan kepada petani agar proses budidaya berjalan optimal.
“Polri hadir untuk memastikan para petani dapat mengelola lahannya dengan baik dan produktif. Pendampingan ini juga untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman di lapangan,” ujar AKBP Dewiana.
Pertumbuhan Tanaman Relatif Baik
Di wilayah Sukodono, pengecekan dilakukan pada lahan seluas 1.250 meter persegi milik warga di Dukuh Karangbale, Desa Juwok. Tanaman jagung berusia 45 hari terlihat tumbuh sehat dengan daun hijau dan tidak ditemukan serangan hama signifikan.
Ketersediaan air tercukupi dari curah hujan terakhir, sementara perawatan berupa pembersihan gulma terus dilakukan.
Di Kecamatan Sidoharjo, petugas meninjau lahan jagung masa tanam pertama seluas kurang lebih 1.000 meter persegi di Desa Singopadu. Tanaman setinggi sekitar satu meter dengan usia satu bulan lebih menunjukkan pertumbuhan cukup baik.
Namun, petugas memberikan catatan agar pemupukan lebih ditingkatkan guna mendukung pembentukan buah secara maksimal.
Sementara itu di Gemolong, pemantauan dilakukan pada tanaman jagung hibrida usia 65 hari tanam di Desa Brangkal. Dengan tinggi rata-rata mencapai 170 sentimeter, jagung mulai memasuki fase pengisian tongkol dan dalam kondisi normal.
Kegiatan pengecekan ini juga menjadi sarana dialog antara aparat kepolisian dan petani terkait kendala lapangan, mulai dari kebutuhan pupuk, pengairan, hingga perawatan rutin. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa perawatan yang konsisten dan kondisi cuaca yang mendukung menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan panen.
Menurut AKBP Dewiana, stabilitas sektor pertanian memiliki dampak langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Ketahanan pangan berkaitan erat dengan stabilitas wilayah. Karena itu, pemantauan dan pendampingan akan terus dilakukan secara berkala,” jelasnya.
Langkah serentak tiga polsek tersebut memperlihatkan sinergi aparat dan masyarakat di tingkat desa dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah.
#PolresSragen,#ManagemenCitraPolri,#PoldaJateng,
#Polisi,#PolisiIndonesia,SwasembadaPangan,#AstaCita, #ketahananpangan, #Polrimendukungketahananpangan, #polisicintapetani, #Sragen,#Jateng, #NgopiCurhatPakBhabin, #DitbinmasPoldaJateng, #BhabinkamtibmasPoldaJateng, #bhabinkamtibmas, #SWASEMBADAPANGAN, #KETAHANANPANGAN, #POLDAJATENG, #POLRESSRAGEN,
Mariyo
