Tangerang_HARIANESIA.COM_ Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten menggelar pelatihan tata boga bagi masyarakat di RT 002/RW 04, Kelurahan Larangan Indah, Kecamatan Larangan Kota Tangerang, Selasa (9/4/2023).
Dalam pelatihan yang diikuti 35 ibu-ibu yang dibagi 5 kelompok itu juga dihadiri langsung oleh Anggota Komisi V DPRD Banten Fraksi PDI Prrjuangan DR.Yeremia Mendrofa,ST.,MM.,MBA yang merupakan mitra kerja dari DP3AKKB Provinsi Banten. Acara pelatihan tata boga yang dilaksanankan mulai PKL 8:00 wib hingga PKL 14:00 berjalan lancar dengan Animo yang sangat besar dari para peserta.
Dalam Sambutan pembukanya Yeremia menjelaskan “Kebijakan tersebut sangat diperlukan implementasi bagi pemberdayaan perempuan agar upaya yang telah dilakukan dapat menjadi lebih efektif dan efisien serta peran serta kelompok usaha ekonomi perempuan dalam pembangunan menjadi lebih nyata.
Dikatakannya juga bahwa
“Peningkatan produktifitas ekonomi perempuan telah menjadi salah satu prioritas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenP3A) dalam rangka meningkatkan kualitas hidup perempuan”.
“Kebijakan tersebut sangat diperlukan implementasi bagi pemberdayaan perempuan agar upaya yang telah dilakukan dapat menjadi lebih efektif dan efisien serta peran serta kelompok usaha ekonomi perempuan dalam pembangunan menjadi lebih nyata,” ungkap Yeremia.
Lebih lanjut Yeremia menjelaskan, saat ini telah banyak program-program di Provinsi Banten yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk di dalamnya kelompok usaha ekonomi perempuan.
Menurutnya “Persoalan pemberdayaan perempuan merupakan permasalahan yang telah ada sebelumnya.
Saat ini upaya pemberdayaan perempuan terus digalakan, semuanya bermuara pada kata kunci pendidikan dan ekonomi,” jelasnya.
Hal itu setidaknya memberikan gambaran bahwa perempuan adalah pendidik utama dan pertama, sekaligus manajer sejati dalam mengelola ekonomi keluarga,” sambungnya.
Yeremia menjelaskan, saat ini telah banyak program-program di Provinsi Banten yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk di dalamnya kelompok usaha ekonomi perempuan.
“Persoalan pemberdayaan perempuan merupakan permasalahan yang telah ada sebelumnya. Saat ini upaya pemberdayaan perempuan terus digalakan, semuanya bermuara pada kata kunci pendidikan dan ekonomi,” jelasnya.
“Hal itu setidaknya memberikan gambaran bahwa perempuan adalah pendidik utama.
Yeremia menilai, potensi perempuan yang sesungguhnya tidak lebih buruk dibanding laki-laki. Kaum hawa dapat menjadi kontributor bagi perekonomian keluarga dengan melalui penguatan ekonomi rumah tangga.
“Tapi, proses pemberdayaan tidak cukup hanya berupaya penyadaran akan kesetaraan gender atau peningkatan pengetahuan dan keterampilan semata, tetapi harus secara nyata dituangkan dalam wujud pelaksanaan aktivitas ekonomi yang bersifat produktif,” ucapnya.
Yeremia berharap, kegiatan pelatihan tata boga yang digelar DP3AKKB Provinsi Banten menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengembangkan lapangan usaha baik yang telah dilaksanakan kelompok sasaran sebelumnya maupun pengembangan lapangan usaha baru.(DW)




















