Jakarta_Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang sepanjang 2025 terus menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah.
Ia mengingatkan pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, agar tidak menganggap sepele masalah penanganan sampah.
Yeremia Mendrofa mendorong Pengelolaan Sampah Jadi Kebijakan Prioritas Pemda dengan Libatkan Masyarakat, ia juga mengingatkan pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, agar tidak menganggap sepele masalah penanganan sampah.
Yeremia menegaskan, persoalan sampah saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan, salah satunya di Kota Tangerang Selatan yang ramai dikeluhkan warga.
Persoalan sampah bukan lagi masalah sepele, tetapi persoalan nyata yang setiap hari dirasakan langsung oleh rakyat. Mulai dari bau menyengat, lingkungan tercemar, banjir, hingga ancaman kesehatan,” kata Yeremia, Rabu (31/12).
Ia menyebut, tumpukan sampah serta keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Tangerang Selatan menjadi alarm keras bahwa sistem pengelolaan sampah yang ada tidak bisa lagi dijalankan dengan cara lama.
Tak hanya di Tangerang Selatan, Yeremia menilai persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Provinsi Banten. Masih banyak warga yang belum terlayani pengangkutan sampah secara layak, bahkan harus berhadapan dengan praktik pembuangan sampah liar di sungai, lahan kosong, hingga kawasan pesisir.
Atas kondisi tersebut, pengelolaan sampah harus menjadi prioritas utama kebijakan daerah karena menyangkut langsung kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, pemerintah daerah harus berani melakukan perubahan dengan menghadirkan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tidak lagi bergantung pada pola lama.
“TPA tidak boleh lagi menjadi sumber penderitaan warga sekitar. Pengelolaannya harus manusiawi, aman, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain itu, Yeremia juga mendorong pelibatan aktif masyarakat melalui pemilahan sampah dari rumah, penguatan bank sampah, serta program berbasis RT/RW yang mampu memberikan manfaat ekonomi.
“Warga harus dilibatkan, bukan sekadar dibebani,” tambahnya.




















