Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Warga Duri Pulo Gambir Tolak UGR Tol Semanan–Sunter, Nilai Ganti Rugi Tak Sesuai Harga Pasar

×

Warga Duri Pulo Gambir Tolak UGR Tol Semanan–Sunter, Nilai Ganti Rugi Tak Sesuai Harga Pasar

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta Pusat – Puluhan warga Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menggelar aksi penolakan terhadap besaran Uang Ganti Rugi (UGR) pembebasan lahan proyek Tol Semanan–Sunter, Rabu (15/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas nilai ganti rugi yang dinilai jauh di bawah harga pasar.

Dalam aksi yang berlangsung di tengah guyuran hujan, warga menyuarakan tuntutan mereka dengan membawa spanduk dan poster. Salah satu poster bertuliskan, “Harga sesuai pasar, bro. Bukan sesuai jidat, eloh. Tolak harga murah! Naikkan UGR sekarang!”.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Warga menilai penetapan UGR tidak mencerminkan nilai ekonomis tanah dan bangunan yang telah mereka tempati selama puluhan tahun. Selain sebagai tempat tinggal, sebagian lahan juga digunakan sebagai sumber penghidupan warga.

Baca Juga :  DPRD Kota Bogor Terima Draft RAPBD 2026 Banggar Langsung Lakukan Pembahasan

“UGR yang ditawarkan tidak manusiawi. Kami tidak menolak pembangunan, tapi tolong hargai hak warga dengan ganti rugi yang layak dan sesuai harga pasar,” ujar salah satu perwakilan warga saat berorasi menggunakan pengeras suara.

Aksi penolakan ini diikuti oleh berbagai elemen warga, termasuk tokoh masyarakat dan perwakilan komunitas lingkungan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait mau membuka ruang dialog serta melakukan peninjauan ulang terhadap nilai ganti rugi yang ditetapkan.

Baca Juga :  Nataru Bandung Tunjukkan Wujud Nyata 'Kota Cinta' – Pak Mul: Semangat Kolaboratif Jadi Warisan Berharga Bagi Masyarakat

Warga Duri Pulo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya tidak mengorbankan keadilan sosial. Mereka meminta agar proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan, adil, dan mengedepankan prinsip kemanusiaan.

Hingga aksi berlangsung, warga menyatakan akan terus menyuarakan penolakan apabila tuntutan penyesuaian UGR tidak mendapat respons serius dari pemerintah maupun pihak pelaksana proyek Tol Semanan–Sunter.

Baca Juga :  Ketua Pewarna Jabar Mengapresiasi Langkah Polri Tangguhkan Penahanan Mahasiswi ITB

Levi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600