Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Tak Hanya Hafal 30 Juz, Polwan Ini Dalami Cabang Ilmu Al-Qur’an Lebih Lanjut

×

Tak Hanya Hafal 30 Juz, Polwan Ini Dalami Cabang Ilmu Al-Qur’an Lebih Lanjut

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Polda Jateng, Kota Semarang | Di bulan suci Ramadhan, saat setiap mukmin berlomba mengejar keberkahan, sebuah kisah inspiratif hadir dari dermaga Ditpolairud Polda Jateng. Adalah Bripda Salma Maria Naifa, Polwan angkatan 55 tahun 2024, yang membuktikan bahwa tugas negara, pembinaan diri dan ibadah dapat berjalan secara beriiringan.

Lulus melalui jalur Proaktif (Rekpro) Hafidz Al-Qur’an, Bripda Salma tidak lantas berpuas diri dengan hafalan 30 juz yang telah diraihnya sejak masa sekolah. Di tengah dahaga dan lapar saat menjalankan tugas sebagai polisi perairan, ia justru sedang menapaki tingkatan ilmu Al-Qur’an yang jauh lebih dalam, yakni Qira’at Sab‘ah.

Qira’at Sab‘ah adalah ilmu tentang tujuh variasi cara membaca Al-Qur’an yang bersanad langsung dari lisan Rasulullah SAW. Bagi Bripda Salma, mempelajari ilmu ini di bulan Ramadhan memiliki makna spiritual yang mendalam.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Saya ingin mendalami ilmu Al-Qur’an yang bersanad sampai Rasulullah SAW agar ilmunya terus terjaga dan tidak hilang. Dengan memahami perbedaan tersebut, umat dapat terhindar dari sikap saling menyalahkan karena ketidaktahuan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres dan Dandim Depok Tegaskan Makna Kemerdekaan: Bebas, Tangguh, dan Bertanggung Jawab

Di tengah kesibukan dinas Senin hingga Jumat, Bripda Salma memanfaatkan akhir pekan untuk menimba ilmu. Setiap pekan ia menyetorkan hafalan Qirā’ah Sab‘ah di Pondok Pesantren At-Taufiiqiyyah, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, sebuah pondok pesantren yang fokus pada bidang tahfidzul Qur’an.

Di sana, ia dibimbing langsung oleh pengasuh pondok, Kyai Zaenal Arifin, M.Pd. Proses belajar dilakukan secara rutin melalui setoran hafalan, memastikan setiap bacaan terjaga ketepatannya sesuai kaidah dan sanadnya.

Baca Juga :  Curiga truk dibelakang tidak jalan setelah istirahat, pengemudi truk temukan pengemudi truk lain meninggal dunia

“Tantangannya tentu membagi waktu setelah berdinas untuk menyiapkan setoran. Tapi saya niatkan untuk mengisi hari libur dengan hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Baginya, sesibuk apa pun aktivitas sebagai anggota Polri, Al-Qur’an tetap harus mendapat ruang dalam kehidupan.

“Semoga ilmu yang saya pelajari bermanfaat dan bisa menjadi motivasi bahwa dalam bekerja kita tidak hanya mencari bekal dunia, tetapi juga menyiapkan bekal untuk akhirat,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan apresiasi atas semangat dan ketekunan tersebut. Menurutnya, pengembangan diri anggota, baik dalam bidang profesional maupun spiritual, merupakan bagian dari pembentukan karakter yang utuh.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Tinjau Lokasi Pengungsian Longsor Banjarnegara, Pastikan Kesiapan Anggota Tangani Bencana

“Kami bangga dengan anggota yang terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam bidang keagamaan. Keteladanan seperti ini menunjukkan bahwa profesionalisme dan nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan,” ungkapnya.

Kisah Bripda Salma menjadi gambaran bahwa di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terdapat komitmen pribadi untuk terus belajar dan menjaga nilai-nilai luhur. Menjaga perairan adalah amanah negara, sementara menjaga Al-Qur’an adalah amanah iman. Dan Bripda Salma membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan dengan penuh tanggung jawab.

Mariyo

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600