Jakarta_HARIANESIA.COM_ Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Cendekia Muda Muslim Indonesia (DPP CMMI), Rendy Julian, menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis). Ia menilai bahwa program tersebut akan lebih efektif dan efisien apabila pengelolaannya diserahkan langsung kepada masing-masing sekolah.
Menurut Rendy Julian, sekolah merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan kebutuhan peserta didik, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih tepat sasaran.
“Pelaksanaan MBG sebaiknya diserahkan kepada sekolah masing-masing. Dengan begitu, efisiensi anggaran dapat tercapai dan program benar-benar menjawab kebutuhan siswa di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa skema pelaksanaan berbasis sekolah dapat memangkas rantai distribusi yang panjang dan mengurangi potensi pemborosan anggaran. Selain itu, langkah ini dinilai mampu meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan program.
“Sekolah bisa lebih fleksibel dalam mengatur teknis pelaksanaan, mulai dari penyediaan makanan hingga pengawasan kualitas gizi. Ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal di sekitar sekolah,” lanjutnya.
Meski demikian, Rendy Julian menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan standar gizi, pengawasan, dan sistem pelaporan tetap berjalan dengan baik.
“Pemerintah tetap harus hadir dalam bentuk regulasi, pengawasan, dan pendampingan agar program ini berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
DPP CMMI berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan masukan ini sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kebijakan, sehingga program MBG dapat berjalan lebih optimal, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa di seluruh Indonesia.




















