Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

LSM KPKB: Bulan Suci Ramadhan Bulan Berbahagia, Namun Banyak Masyarakat Keluhkan Ekonomi Sulit

×

LSM KPKB: Bulan Suci Ramadhan Bulan Berbahagia, Namun Banyak Masyarakat Keluhkan Ekonomi Sulit

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Banten – Memasuki Bulan Suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh Indonesia menyambutnya dengan penuh suka cita dan rasa syukur. Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah, ampunan, dan momentum meningkatkan keimanan serta kepedulian sosial.

Namun di tengah suasana religius tersebut,Apih Cecep Ketua DPP LSM KPKB menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin sulit. Banyak warga mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya hidup yang meningkat, serta penghasilan yang tidak sebanding dengan kebutuhan sehari-hari.
Aktivis LSM KPKB menyampaikan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi bulan yang membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi seluruh rakyat.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan berbagi dan mempererat solidaritas. Namun fakta di lapangan, masih banyak masyarakat kecil yang justru merasa terbebani secara ekonomi,” ujar salah satu perwakilan LSM KPKB.
Menurutnya, kenaikan harga sembako menjelang Ramadhan menjadi persoalan rutin setiap tahun yang belum sepenuhnya teratasi. Kondisi ini membuat masyarakat berpenghasilan rendah harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa.
LSM KPKB juga mendorong pemerintah daerah agar lebih serius dalam melakukan pengawasan harga pasar serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil. Selain itu, mereka meminta adanya program bantuan yang tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga :  SKP Berikan Apresiasi Khusus kepada Presiden Prabowo – Perhatian pada Budaya dan Generasi Muda Menjadi Dasar Penghargaan

“Negara harus hadir di tengah rakyat, terutama saat momen penting seperti Ramadhan. Jangan sampai bulan suci yang seharusnya membawa kebahagiaan justru menjadi beban bagi masyarakat kecil,” tegasnya.

Selain itu ditempat terpisah Dede alias endon warga miskin asli Lebak keluhkan kondisi semakin sulit namun dia mengatakan , Pemerintah harus lebih bijak dalam mengelola uang negara ,perioritaskan di bulan suci ini adalah urusan ibadah dan perut rakyat supaya dalam rangka menjalankan puasa lebih fokus.

Baca Juga :  Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Cengkareng Edukasi Pelajar SMK PGRI 35 tentang Bahaya Tawuran

“Saya berharap pemerintah lebih bijak dalam mengelola keuangan negara ,dibukan Ramdhan ini lebih pokus kepada urusan perut rakyat agar ibadah mereka bisa terpokus dalam menjalankan ritual keagamaan,kalau terfokus ,doa rakyat untuk para pemimpin iklas dalam mendoakan negara ini untuk lebih maju.

Di akhir pernyataannya, LSM KPKB dan masyarakat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperbanyak sedekah guna membantu sesama yang membutuhkan.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitar kita.

Baca Juga :  Norman Ditubun, Kepala Kampung Kreatif yang Mengubah Dana Desa Menjadi Rumah Masa Depan Anak Nawaripi

Penulis : Dede Mulyana

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600