Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Ledakan Hantam Posisi UNIFIL di Lebanon, Tiga Terluka, Dua Kritis

×

Ledakan Hantam Posisi UNIFIL di Lebanon, Tiga Terluka, Dua Kritis

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

LEBANON_HARIANESIA.COM— Ledakan kembali menghantam posisi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan. Insiden tersebut menyebabkan tiga personel United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 3 April 2026, saat sebuah ledakan menghantam salah satu posisi UNIFIL. Insiden ini merupakan yang ketiga dalam sepekan terakhir, menandakan meningkatnya ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian di kawasan tersebut.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan ledakan terjadi di dalam area markas PBB dan melukai tiga penjaga perdamaian.

Baca Juga :  Satbinmas Polrestabes Semarang menyerahkan 25 paket bantuan sembako kepada Eks napiter kota Semarang 

“Sore ini, terjadi ledakan di dalam markas PBB yang melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya luka parah. Mereka semua kini dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal mula ledakan,” ujarnya.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat. Hingga kini, pihak UNIFIL masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

Sebelumnya, UNIFIL juga melaporkan seorang penjaga perdamaian asal Indonesia gugur pada Ahad malam setelah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adsheet al-Qusayr.

Baca Juga :  Semangat Kepahlawanan Menyala di Wonogiri, Polres Gelar Upacara dan Hadiri Peringatan Hari Pahlawan ke-80

Keesokan harinya, ledakan lain yang belum diketahui asalnya menghancurkan kendaraan penjaga perdamaian dan menewaskan dua prajurit Indonesia lainnya.

Penyelidikan telah diluncurkan terhadap rangkaian insiden tersebut. Seorang sumber keamanan PBB menyebutkan bahwa tembakan Israel diduga menjadi sumber salah satu serangan.

Namun, militer Israel membantah keterlibatan dalam insiden tersebut dan menyatakan tidak ada aktivitas pasukan maupun alat peledak mereka di lokasi kejadian.

Menurut PBB, sebanyak 97 penjaga perdamaian telah gugur akibat kekerasan sejak UNIFIL didirikan pada 1978 untuk memantau penarikan pasukan Israel dari Lebanon. Mandat pasukan tersebut, yang selama ini menjadi penyangga antara Israel dan Lebanon, direncanakan akan berakhir pada akhir tahun ini.

Baca Juga :  Satgas Yonif 408/Sbh Anjangsana dan beri Layanan Kesehatan Warga Ninggeyagin

Dwi

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600