Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Kutuk Agresi AS ke Venezuela, FPN: AS adalah Induk Terorisme

×

Kutuk Agresi AS ke Venezuela, FPN: AS adalah Induk Terorisme

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Sekjen Free Palestine Network (FPN) Furqan AMC mengutuk keras agresi militer yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.

“Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi Amerika Serikat pada Venezuela. Agresi Amerika Serikat ini adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan Imperialisme AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya,” tegas Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah dan Palestina. AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca perang dunia kedua. AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945,” tambah Furqan.

Baca Juga :  Gebyar Tahun Baru 2026 di Demak: Diana Ria Enterprise Hadirkan Konser Musik Spektakuler

Lebih lanjut Furqan menjelaskan Agresi AS ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan sebuah bangsa.

“Free Palestine Network (FPN) menyatakan solidaritasnya untuk Venezuela dan presidenya Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat FPN akan melakukan aksi solidaritas di berbagai kota di seluruh Indonesia. FPN menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk mengambill langkah berani dan tegas menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme AS,” seru Furqan.

Baca Juga :  Sukatani Kembali Lantang lewat Lagu "Tumbal Proyek"

Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Delta Force AS ke Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Tidak hanya dari militer, korban juga jatuh dari kalangan sipil, rakyat Venezuela.

Dalam konferensi pers hari Sabtu setelah pasukan AS berhasil menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mengatakan pemerintah AS akan mengambil alih kendali negara tersebut dan cadangan minyaknya yang sangat besar.

Baca Juga :  Detik-detik Bersejarah di Karaton! Pakoe Boewono XIV Jumeneng, Ribuan Pasang Mata Saksikan Sabda Suci Raja Baru

*
Sekjen FPN
Furqan AMC
0811-200-7788

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600