Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

×

KontraS Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Sebarkan artikel ini
Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz. (Antara)
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi di Jakarta Pusat.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk kekerasan serius terhadap pembela hak asasi manusia yang harus segera ditangani melalui penyelidikan menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Peristiwa ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM,” kata Dimas dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurutnya, korban diserang oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan cairan keras hingga menyebabkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Baca Juga :  Habib Muchdar : Minta Pemerintah Tertibkan Penambang Ilegal di Prov KalSel!

Peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang membahas isu militerisme dan pengujian undang-undang terkait Undang-Undang TNI.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sekitar pukul 23.37 WIB korban tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I. Dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekati korban dan langsung menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Baca Juga :  Polres Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah, Gandeng Bulog untuk Stabilisasi Harga Beras

KontraS menduga serangan tersebut berkaitan dengan aktivitas advokasi Andrie Yunus sebagai pembela HAM. Sebelum kejadian, korban diketahui aktif menyuarakan berbagai isu terkait militerisme dan kebijakan publik.

Korban sebelumnya pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi, terutama pasca ‘Aksi Geruduk Fairmount’ untuk menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025,” ujar Dimas.

Menurut KontraS, kasus penyiraman air keras ini harus menjadi perhatian serius karena berpotensi mengancam keselamatan para pembela HAM di Indonesia.

Peristiwa ini harus segera mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian harus segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Aktivis dan Budayawan Puncak Soroti Penataan Kawasan yang Tak Transparan

Selain itu, KontraS menilai tindakan penyiraman air keras tersebut dapat dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan karena memiliki potensi menghilangkan nyawa korban.

“Upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat menunjukkan adanya niat jahat yang serius dengan kemungkinan berujung pada pembunuhan,” kata Dimas.

Organisasi tersebut juga menegaskan pentingnya perlindungan negara terhadap pembela HAM sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta berbagai ketentuan lain yang menjamin keselamatan para pejuang hak asasi manusia.

Karena itu, KontraS mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus memastikan perlindungan yang memadai bagi para pembela HAM di Indonesia.

Dwi

(Sumber: Antara)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600