Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Kiai Ghofur Ajak Masyarakat Tenang dan Percayakan Penanganan Situasi ke Kapolri

×

Kiai Ghofur Ajak Masyarakat Tenang dan Percayakan Penanganan Situasi ke Kapolri

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat K.H. Abdul Ghofur mengajak publik untuk mempercayakan penanganan keamanan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing

Menurutnya, penyampaian pendapat adalah hak warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang, namun harus dilakukan dengan cara tertib, damai, dan tidak merusak fasilitas umum.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Fenomena tindakan anarkis dan perusakan fasilitas publik justru merugikan masyarakat luas serta mengancam stabilitas kehidupan sosial dan ekonomi.

Baca Juga :  BNNP Jateng Gelar Monitoring dan Evaluasi Program Pemberdayaan Alternatif di Kelurahan Gayamsari

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu mengutamakan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi. Percayakan sepenuhnya penanganan situasi ini kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran kepolisian. Mereka bekerja keras menjaga ketertiban dan keamanan demi kebaikan bersama,” kata Kiai Abdul Ghofur dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Kiai Ghofur menekankan bahwa keamanan dan stabilitas nasional merupakan syarat utama terciptanya kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang kondusif.

Baca Juga :  Aliansi Sunda Ngahiji Dukung Penuh Polri di Bawah Presiden RI

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar bijak dalam bersikap, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, serta selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Persatuan bangsa jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok atau golongan. Saat ini kita perlu merajut kebersamaan dan memperkuat harmoni sosial demi Indonesia yang damai,” tambahnya.

Pengasuh Pesantren Sunan Drajat itu juga mengajak para tokoh agama, pemuka masyarakat serta para santri dan wali santri untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak terjerumus dalam tindakan-tindakan yang justru memperburuk keadaan.

Baca Juga :  Angkringan Ojol Presisi: Dari Meja Angkringan, Polres Sragen Hadirkan Edukasi Lalu Lintas Humanis di Operasi Lilin 2025 SRAGEN, JATENG – Suasana berbeda tampak di Pos Terpadu Operasi Lilin 2025 Polres Sragen, Rabu (24/12/2025). Di tengah padatnya arus lalu lintas dan kesibukan pengamanan Natal dan Tahun Baru, jajaran Polres Sragen menghadirkan sebuah terobosan humanis bertajuk “Angkringan Ojol Presisi”. Melalui program ini, Polres Sragen menyapa langsung para pengemudi ojek online (ojol) dengan pendekatan yang sederhana namun sarat makna, duduk bersama di meja angkringan, menikmati hidangan gratis, sembari berdialog santai tentang keselamatan berlalu lintas. Kegiatan yang digelar dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–17.30 WIB dan 18.00–20.00 WIB tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiasari bersama Wakapolres serta pejabat utama Polres Sragen, khususnya jajaran Satuan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tiro Satria Leksono, menegaskan bahwa Angkringan Ojol Presisi merupakan wujud nyata transformasi pelayanan Polri yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. “Kami ingin mengubah stigma penilangan menjadi pengayoman. Edukasi lalu lintas tidak harus selalu formal, tapi bisa disampaikan secara humanis, hangat, dan lebih diterima masyarakat. Dari meja angkringan inilah, pesan keselamatan kami sampaikan,” ujar Iptu Kukuh. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai pengguna jalan yang intensitas mobilitasnya tinggi. Oleh karena itu, dialog dua arah menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan langsung dari para driver terkait kondisi lalu lintas di wilayah Kabupaten Sragen. Selain edukasi keselamatan berkendara, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri dan komunitas ojol. Para driver tampak antusias mengikuti kegiatan, menyampaikan pengalaman di lapangan, sekaligus mendapatkan imbauan penting terkait tertib berlalu lintas selama masa Operasi Lilin 2025. Lebih dari sekadar berbagi makanan, Angkringan Ojol Presisi menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, hadir, mendengar, dan melayani dengan hati. Melalui inovasi ini, Polres Sragen berharap dapat menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Operasi Lilin 2025 pun tak hanya menjadi momentum pengamanan, tetapi juga ruang membangun kepercayaan publik melalui sentuhan kemanusiaan.

“Dengan bersinergi dan mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat, saya yakin kedamaian dan stabilitas nasional akan segera kembali,” tuturnya.

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600