Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Kemenko Polkam Gelar Seminar Nasional Literasi Digital Menuju Indonesia Cerdas

14
×

Kemenko Polkam Gelar Seminar Nasional Literasi Digital Menuju Indonesia Cerdas

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Yogyakarta_HARIANESIA.COM_28 Agustus 2025,Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Literasi Digital untuk Indonesia Cerdas, Menghadapi Tantangan Disinformasi di Era _Post-Truth_” di Yogyakarta. Acara ini dipimpin oleh Marsda TNI Eko D. Indarto, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi.

Seminar ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan literasi digital antarlembaga pemerintah dan akademisi, merumuskan rekomendasi strategis guna menangkal disinformasi, serta mendorong kolaborasi multipihak untuk membangun ekosistem media yang bertanggung jawab. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan komunitas dalam edukasi digital.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Dalam sambutannya, Deputi Eko D. Indarto menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami etika bermedia, menjaga keamanan digital, dan membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

Baca Juga :  Warga Semarang Antusias Menyongsong Sosok Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin

“Era digital membawa peluang besar sekaligus tantangan serius. Teknologi informasi mempermudah akses, mempercepat pertukaran pengetahuan, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Namun, arus informasi yang deras sering kali bercampur dengan disinformasi, misinformasi, dan hoaks yang dapat memecah belah masyarakat, menurunkan kualitas demokrasi, bahkan mengganggu stabilitas politik dan keamanan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seminar ini sejalan dengan visi Presiden dan Kemenko Polkam untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. “Literasi digital yang kuat akan membentuk masyarakat cerdas, kritis, dan berintegritas, yang tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan serta mampu berdialog secara dewasa di tengah dinamika global era _post-truth_,” tambahnya.

Baca Juga :  CMMI Desak DPR dan Pemerintah Tegakkan Demokrasi, Dorong Polisi Profesional dan Lindungi Rakyat

Para narasumber menyoroti tantangan utama dalam membangun komunikasi publik yang efektif di era post-truth, strategi meningkatkan literasi digital secara nasional, cara menghadapi disinformasi, serta pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan akademisi untuk mencegah kejahatan siber.

Dalam sesi diskusi, peserta menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat sipil, untuk melawan hoaks dan disinformasi. Mereka juga mendorong langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan literasi digital guna mengurangi dampak isu SARA dan politik identitas di media sosial, serta regulasi yang efektif namun tetap menjaga ruang demokrasi digital.

Acara ini merupakan bagian dari upaya Kemenko Polkam untuk mewujudkan kolaborasi lintas sektoral yang berkesinambungan. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah sebagai pembuat kebijakan, akademisi sebagai penghasil gagasan ilmiah, media sebagai pengelola arus informasi, komunitas sebagai penggerak akar rumput, dan sektor swasta sebagai penyedia teknologi untuk memperkuat ekosistem literasi digital Indonesia.

Baca Juga :  Happy Milad Dr. Syekh Syarif Aby Hamdani Alkaf, S.H, M.H Yang Ke – 49 Tahun ” Semoga Allah SWT Melimpahkan Rahmat Sehat dan Panjang Umur

Seminar dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Aria Nugrahadi, dan menghadirkan narasumber utama, yaitu Bambang Tri Santoso (Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pemerintah, Kemenkomdigi), Novi Kurnia (Akademisi Fisipol Universitas Gadjah Mada), Septiaji Eko Nugroho (Ketua Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia), dan AKP Jhehan Septiani Borti Leksono (Kasubnit 4 Subdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri). Diskusi dipandu oleh Benjamin Imanuel Silalahi dari Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada. Peserta yang hadir meliputi perwakilan instansi pemerintah pusat dan daerah, civitas akademika, serta komunitas literasi.

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600