Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
EdukasiPolitik

Kariyasa Adnyana: Soekarno Cup III bukan sekadar liga kampung, Ini Cara Pulau Dewata Menjaga Api Bung Karno Dan Tetap Menyala

×

Kariyasa Adnyana: Soekarno Cup III bukan sekadar liga kampung, Ini Cara Pulau Dewata Menjaga Api Bung Karno Dan Tetap Menyala

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Denpasar_HARIANESIA.COM_Sore itu, Stadion Ngurah Rai tak seperti biasanya. Sabtu, 9 Mei 2026. Lebih dari 1.500 pasang mata memadati tribun, bendera merah putih berkibar di antara atribut Banteng sembilan kabupaten/kota. Dari lapangan, terdengar riuh peluit. Dari tribun, terdengar nyanyian. Liga Kampung Soekarno Cup III Provinsi Bali 2026 resmi bergulir.

Ini bukan sekadar turnamen. Memasuki tahun ketiga, Soekarno Cup menjelma panggung pembuktian talenta muda Bali sekaligus ruang temu semangat persatuan. Sembilan tim Banteng: Denpasar, Bangli, Badung, Gianyar, Jembrana, Klungkung, Tabanan, Buleleng, dan Karangasem siap berlaga hingga 23 Mei mendatang.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Di ruang tunggu VIP, Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Kariyasa Adnyana duduk santai bersama Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun. Di meja, tersaji banten dan kopi Bali. Obrolan mengalir sebelum seremoni.

*Bali Paling Mewah*
Komarudin Watubun yang membuka turnamen menyebut Bali tampil beda. “Turnamen tingkat kampung ini, Bali yang paling terlihat mewah,” ujarnya. Ia tak lupa menyuntik motivasi. Bali adalah juara edisi perdana di Jakarta. “Jadi harus semangat,” tegasnya.

Baca Juga :  Hukum Narkotika itu Hukum Internasional, Memuat Undercover Buy Dan Control Delivery

Dalam pidatonya, Komarudin juga membacakan sambutan Prananda Prabowo. Pesannya tajam: Soekarno Cup bukan hanya soal gol dan piala. “Ini upaya membangun generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berintegritas,” kutipnya. Sepak bola jadi medium, persatuan jadi tujuan.

*Politik Bung Karno yang Membumi*
Sementara Bagi Kariyasa Adnyana, lapangan hijau adalah tempat paling jujur membumikan ajaran Bung Karno. “Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas. Merdeka!” serunya ke awak media.

Lebih Lanjut Ia melihat animo tahun ini melonjak. “Total sembilan tim terbaik se-Bali siap berlaga. Ini bukti Soekarno CUP sudah jadi agenda yang ditunggu,” kata politisi Dapil Bali itu. Lebih dari kompetisi, ini penghormatan pada nilai yang diwariskan Sang Proklamator.

“Lewat Soekarno CUP kita rawat semangat gotong royong, persatuan, dan semangat juang. Ini politik Bung Karno yang membumi: menyatukan rakyat lewat olahraga,” ujar Kariyasa. Baginya, menang-kalah urusan 90 menit. Persaudaraan tak ada peluit panjang.

Baca Juga :  BNNP Jawa Tengah Bekali Remaja Gayamsari Wujudkan Jateng Bersinar

“Menang kalah biasa, tapi persaudaraan dan sportivitas harga mati. Itu Trisakti di lapangan: berdaulat di lapangan, berdikari dalam pembinaan, berkepribadian dalam sportivitas,” tegasnya.

*Kawah Candradimuka*
Sebagai Anggota Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan dan anak, Kariyasa menaruh harapan khusus pada generasi muda. Lapangan bola ia sebut sebagai kawah candradimuka.

“Saya berharap Soekarno CUP III menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak muda Bali. Dari lapangan ini lahir disiplin, kerja keras, dan jiwa korsa. Generasi muda harus sehat, tangguh, dan punya karakter pejuang. Jangan hanya jago main bola, tapi juga jago jaga persatuan,” katanya.

Baginya, pesan Bung Karno soal pemuda sebagai pilar bangsa tak boleh berhenti di buku sejarah. “Semangat itu harus terus dihidupkan. PDI Perjuangan ingin memastikan anak muda tidak terjerumus hal negatif. Lewat olahraga kita alihkan energi mereka ke hal produktif. Dari stadion ke masa depan Indonesia,” ujar Kariyasa.

Baca Juga :  Koalisi Solid Antarpartai, Dedi Mulyadi Resmi Pimpin Jawa Barat 2025-2030

*Dua Venue, Satu Semangat*
Ketua Panitia I Wayan Adi Arnawa menambahkan, Soekarno Cup III digelar di dua venue: Stadion Ngurah Rai dan Lapangan Kompyang Sujana. Final dijadwalkan 23 Mei 2026 di Ngurah Rai.

Gengsi boleh, prestasi harus. Panitia menyiapkan total hadiah Rp117 juta. Juara pertama Rp50 juta, kedua Rp30 juta, ketiga Rp15 juta, harapan pertama Rp7,5 juta. Penghargaan individu: pemain terbaik, tim fair play, dan top skor, masing-masing Rp5 juta.

Sembilan Banteng kini beradu taktik. Tribun akan terus bergemuruh. Tapi di atas skor dan trofi, ada misi yang lebih besar: menumbuhkan nasionalisme, melahirkan talenta, dan merawat persaudaraan antardaerah.

Di Bali, Soekarno Cup bukan sekadar liga kampung. Ini cara Pulau Dewata menjaga Api Bung Karno dan tetap menyala, dari stadion ke masa depan.

(Dwi Wahyudi)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600