Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Makna Hijrah Kehidupan

×

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Makna Hijrah Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam yang dialami Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi dalam satu malam, ketika Rasulullah diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), lalu dinaikkan ke Sidratul Muntaha di langit tertinggi (Mi’raj).

Peristiwa luar biasa ini menjadi bukti kekuasaan Allah SWT sekaligus penguat risalah kenabian Muhammad SAW.
Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan berbagai tanda kebesaran Allah dan kondisi umat manusia. Sementara dalam Mi’raj, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Shalat kemudian menjadi ibadah fundamental dalam Islam, sebagai sarana komunikasi spiritual antara hamba dan Tuhannya.

Baca Juga :  Bersama untuk Lingkungan: PGLII dan Pembimas Kristen Tanam Pohon

Makna Isra Mi’raj tidak hanya bersifat historis, tetapi juga teologis dan moral.

Peristiwa ini mengajarkan pentingnya keimanan kepada hal gaib, ketaatan kepada perintah Allah, serta keteguhan Rasulullah dalam menghadapi ujian dakwah.

Isra Mi’raj juga menegaskan bahwa kemuliaan manusia terletak pada kedekatannya dengan Allah dan kualitas ibadahnya.

Lebih jauh, Isra Mi’raj dapat dimaknai sebagai simbol hijrah spiritual umat manusia. Perjalanan Rasulullah SAW dari satu tempat ke tempat yang lebih mulia menggambarkan ajakan bagi manusia untuk berhijrah dari kehidupan yang gelap menuju kehidupan yang lebih terang.

Baca Juga :  Polres Bogor Laksanakan Upacara Memperingati Hari Pahlawan Untuk Mengenang Serta Menghormati Perjuangan Para Pahlawan Terdahulu

Hijrah ini bukan semata berpindah tempat, melainkan berpindah sikap dan perilaku: dari perbuatan jahat menuju kebaikan, dari suudzon menuju husnuzhon, dari kesalahan menuju kebenaran, bahkan dari kebaikan biasa menuju kebaikan yang istimewa.
Dalam konteks kehidupan dunia yang fana, makna hijrah tersebut menjadi sangat relevan.

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa manusia harus terus melakukan peningkatan kualitas diri, akhlak, dan spiritualitas. Dengan menjadikan shalat sebagai fondasi, umat Islam diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan kesadaran moral, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga :  Fokus pada PMI: Menko Polkam Tinjau Langsung Upaya Perlindungan di KBRI Kuala Lumpur

Di era modern yang penuh tantangan, peringatan Isra Mi’raj hendaknya tidak berhenti pada ritual seremonial. Ia harus menjadi momentum refleksi dan transformasi diri, agar manusia mampu menata hidup yang lebih bermakna, bermoral, dan berorientasi pada nilai-nilai ilahiah demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Oleh : Mulyana Rachman, S.E.

 

Levi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600