Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Dr.Syarif Hamdani Alkaf Peringati Isro Mi’raj 1447.H Bersama Majelis ilmullah Mahabbatul wujud Annubuwwah Alkaf

×

Dr.Syarif Hamdani Alkaf Peringati Isro Mi’raj 1447.H Bersama Majelis ilmullah Mahabbatul wujud Annubuwwah Alkaf

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Banjarmasin – Pendiri Majelis ilmullah Mahabbatul wujud Annubuwwah Alkaf” Dr.Syarif Hamdani Alkaf, peringati Isro Mi’raj Nabi Muhammad bersama Majelis ilmullah Mahabbatul wujud Annubuwwah Alkaf, dimana acara digelar bertempat di jalan Perdagangan Komplek Gilang Persada RT. 23 Banjarmasin utara Kalimantan Selatan pada Sabtu malam 17 Januari 2026.

Dalam kesempatan ini” Dr.Syarif Hamdani Alkaf. SH.,MH mengatakan” Peringatan Isra Miraj 2026 – 1447.H menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan memperbanyak doa, peristiwa ini bukan hanya sebuah perjalan spiritual, tetapi pengingat betapa pentingnya menjaga sholat dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana keutamaan Isra Miraj, dimana saat malam Isra Miraj akan diberikannya keberkahan dan tanda-tanya kebesaran Allah.

Banner Iklan Harianesia 300x600

*RAHASIA SHOLAT DALAM ISRA MIRAJ*

Dr Syarif menyampaikan” Isra dan Mi’raj secara sederhana dibagi ke dalam dua peristiwa, yakni Isra dan Mi’raj, Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dari Ka’bah (Makkah) menuju Baitul Maqdis (Yerusalam/Madinah), sementara, Mi’raj dimaknai dengan kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Baitul Maqdis melewati langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha” Ungkapnya.

Isra dan Miraj adalah hadiah Allah untuk Rasul-Nya yang sedang dilanda kesedihan karena ditinggal oleh istri dan paman tercintanya. Alasan itu kurang tepat untuk dijadikan satu-satunya alasan, di antara peristiwa paling agung dalam sejarah Islam adalah Isra Mi’raj, sebuah perjalanan luar biasa yang tidak hanya menembus batas ruang dan waktu, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang sangat dalam bagi umat Islam sepanjang zaman. Peristiwa Isra dan Miraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa perjalanan ke langit ketujuh yang terjadi dalam satu malam dimana perjalanan ini ditandai sebagai tonggak penting dalam kalender Islam, peristiwa Mi’raj ini yang nantinya memunculkan adanya perintah sholat wajib 5 waktu bagi umat Islam.

“Isra Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha, tetapi merupakan titik balik penting dalam pembentukan hubungan antara manusia dengan Allah SWT, yaitu melalui sholat ” Allah SWT membuka kisah ini dengan firman-Nya:

Baca Juga :  JPKPN Depok Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Bingkisan, Perkuat Silaturahmi serta Komitmen Kepatuhan pada Kebijakan Pemerintah

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ، لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِي بَرَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah yang telah menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami.” (QS. Al-Isra: 1)

Ayat ini menegaskan bahwa Isra Mi’raj adalah perjalanan kehambaan, bukan perjalanan kekuasaan, bukan perjalanan kemuliaan duniawi, tetapi perjalanan seorang hamba yang dipilih untuk menerima amanah besar bagi umat manusia.Ditekankan dalam surat Al-Isra ayat 1 bi’abdihi yakni status Rasulullah sebagai seorang hamba yang dipanggil oleh Allah SWT. Hal itulah membuat Rasulullah di perjalanan melalui peristiwa Isra dan Miraj, makna dari peristiwa itu bahwa seseorang yang dipanggil pasti mempunyai misi tertentu untuk dijalankan.

Jika peristiwa ini diyakini sebagai peristiwa penting, maka yang menjadi esensi dalam peristiwa penting tersebut adalah kewajiban sholat.Sholat menjadi satu satunya perintah dari Allah SWT diberikan kepada Nabi muhammad dan umatnya yang tidak bisa diwakili dan Pelajaran penting yang harus didapatkan pada saat memperingati peristiwa Isra dan Miraj yaitu pertama, tidak boleh meninggalkan ibadah sholat dalam keadaan tenang, perang, bermukim, musafir, sehat, dan sakit kita wajib menunaikan ibadah sholat,” jelas Dr.Syarif.

“Kedua memaknai esensi sholat, Ibadah sholat bukan hanya sekedar gerakan saja akan tetapi menghadirkan Allah SWT didalamnya, rangkaian sholat didalamnya dibuka dengan mengagungkan Allah SWT, kemudian diakhiri dengan mengucapkan salam kepada nabi “Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu” yang menghadirkan Rasulullah SAW dan selain itu, juga menghadirkan group value dalam “Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin” yang memiliki makna menjaga kebaikan dan menebarkan keselamatan” Ungkapnya.

*Sholat: Ibadah yang Berasal dari Langit*

Jika kita perhatikan seluruh syariat Islam, hampir semuanya diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril di bumi, namun sholat berbeda, Sholat diwajibkan langsung oleh Allah SWT, di tempat tertinggi, dalam peristiwa paling mulia, tanpa perantara siapa pun. Ini menunjukkan bahwa sholat memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah’ Sholat lima waktu ini disempurnakan bagi Nabi Muhammad SAW setelah peristiwa Isra’ Mi’raj, dengan nasihat dari Nabi Musa agar memohon keringanan dari 50 waktu menjadi 5 waktu.

Baca Juga :  Drs. Utut Adianto Tekankan Peran Orang Tua Digital Cerdas Lindungi Generasi Alfa

*Berikut adalah lambang Nabi untuk setiap waktu shalat:*

Shalat Subuh: Melambangkan Nabi Adam AS, sebagai rasa syukur terbebas dari kegelapan malam dan datangnya fajar. Salat subuh pertama kali dikerjakan oleh Nabi Adam AS, kala itu, ia melihat kegelapan malam di bumi dan merasa ketakutan disaat cahaya fajar mulai tampak, beliau mengerjakan salat sebanyak dua rakaat. Rakaat pertama sebagai rasa syukur atas keselamatan beliau dari kegelapan malam dan rakaat kedua sebagai rasa syukur atas kembalinya cahaya matahari di pagi hari.

Shalat Zhuhur: Melambangkan Nabi Ibrahim AS, sebagai

syukur atas wahyu untuk menyembelih putranya (Ismail) yang kemudian diganti dengan kurban. Salat zuhur pertama. kali dikerjakan oleh Nabi Ibrahim AS, kala itu, beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail. Penyembelihan tersebut kemudian diganti menjadi seekor domba oleh Allah SWT. Peristiwa tersebut terjadi ketika tergelincirnya matahari dan beliau menjalankan saat empat rakaat.Rakaat pertama sebagai rasa syukur beliau atas pengganti putranya Ismail.Rakaat kedua sebagai rasa syukur atas hilangnya kesedihan karena putranya.Rakaat ketiga mengharapkan Ridha Allah SWT.Terakhir, rakaat keempat karena mendapatkan kenikmatan berupa domba dari surga yang notabene adalah domba milik Habil bin Adam.

Shalat Ashar: Melambangkan Nabi Yunus AS, karena beliau shalat syukur setelah dimuntahkan dari perut ikan paus saat waktu Ashar, shalat asar pertama kali dikerjakan oleh Nabi Yunus AS. Kala itu, beliau dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan paus, pada saat itu, beliau terjebak dalam empat macam kegelapan, yaitu di kegelapan isi perut ikan, Kegelapan air laut dan kegelapan malam, di kegelapan dalam perut ikan paus” Nabi Yunus keluar dari perut ikan paus pada waktu asar, maka itu, beliau menjalankan salat empat rakaat sebagai rasa syukur atas keselamatan dari empat macam kegelapan tersebut.

Baca Juga :  Johnny Situwanda. SH.,MH : Natal sebagai Waktu Refleksi, Tahun Baru Sebagai Awal Harapan!

Shalat Maghrib: Menurut sebagian ulama, melambangkan Nabi Ya’qub AS, meskipun detailnya tidak sejelas nabi lain. Shalat maghrib pertama kali dikerjakan oleh Nabi Isa AS, beliau keluar dari kaumnya pada saat terbenamnya matahari. Nabi Isa AS menjalankan salat sebanyak tiga rakaat sebagai ungkapan meniadakan ketuhanan selain Allah SWT, meniadakan tuduhan zina dari kaumnya terhadap ibunya dan menetapkan bahwa ketuhanan hanyalah milik Allah SWT.

Shalat Isya’: Melambangkan Nabi Musa AS, sebagai rasa syukur atas pertolongan Allah dari empat kesedihan besar yang dialaminya, shalat isya pertama kali dikerjakan oleh Nabi Musa AS, kala itu,beliau tersesat dalam perjalanan dari Madyan, dimana pada saat itu beliau ditimpa empat macam kesedihan yaitu” Kesedihan atas istrinya, kesedihan atas saudaranya Nabi Harun AS juga kesedihan atas putra-putranya serta kesedihan atas kekuasaan rezim Fir’aun.

“Allah SWT menyelamatkan beliau sesuai janji-Nya yang bertepatan pada waktu isya, sehingga beliau melaksanakan salat sebanyak empat rakaat sebagai rasa syukur atas hilangnya empat macam kesedihan tersebut.

Lebih lanjut Dr Syarif Hamdani Alkaf. SH.,MH menegaskan” Sholat sebagai Pembersih Jiwa dan Penjaga Akhlak, sholat bukan hanya ritual fisik juga Sholat adalah proses penyucian jiwa, dalam sholat seorang hamba diajarkan disiplin waktu, ketundukan hati, kesabaran dan kejujuran pada diri sendiri.

Allah SWT menegaskan serta menunjukkan bahwa sholat adalah fondasi kehidupan seorang muslim dan sebagus apa pun ibadah lain, sedekah serta sebanyak apa pun, amal sosial sehebat apa pun, semuanya akan rapuh jika sholat diabaikan.

Semoga di Isra Miraj 2026 kita semua dapat lebih banyak ibadah serta bersyukur dan semoga keberkahan ini untuk kita semua ” Tutupnya.

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600