Biak_Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi refleksi bersama atas berbagai capaian yang telah diraih. Kami mengapresiasi langkah-langkah konkret yang telah dilakukan, khususnya dalam memperkuat konektivitas antarwilayah secara nasional serta upaya membuka akses penerbangan internasional sebagai bagian dari visi pengembangan daerah. Selain itu, perhatian terhadap sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata sebagai sektor unggulan daerah menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi strategis Kabupaten Biak Numfor.
“Kami juga memberikan apresiasi atas kehadiran Sekolah Rakyat berbasis asrama di Kabupaten Biak Numfor. Program ini kami nilai sebagai salah satu kebijakan progresif dan konkret dalam satu tahun masa kepemimpinan. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas, sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia daerah.” Ucap Wilfreno Bonsapia
Di sisi lain, dalam semangat membangun yang konstruktif, kami menyampaikan beberapa harapan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial organisasi. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi infrastruktur perguruan tinggi di Kabupaten Biak Numfor. Masih terdapat sejumlah perguruan tinggi yang memiliki sarana dan prasarana kurang memadai untuk menunjang proses akademik secara optimal. Hal serupa juga perlu menjadi perhatian pada jenjang pendidikan lainnya, baik SMK, SMA, SMP, maupun SD, demi memastikan kualitas pendidikan yang merata dan berkeadilan.
“Kami juga mendorong agar pemerintah daerah dapat meninjau kembali dan mengoptimalkan aset daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, khususnya Kampus Akademi Pariwisata yang saat ini belum beroperasi meskipun fasilitas fisiknya masih layak. Mengingat potensi pariwisata Biak Numfor yang begitu besar, pengaktifan kembali kampus tersebut akan sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang pariwisata. Kurangnya edukasi dan pendampingan dalam pengelolaan objek wisata masyarakat saat ini menjadi tantangan yang perlu segera direspons secara sistematis.” lanjut Wilfreno Bonsapia (Ketua Cabang GMNI Biak)
Dalam momentum satu tahun kepemimpinan ini, kami juga berharap Bupati dan Wakil Bupati terus membuka ruang dialog serta mendengarkan aspirasi masyarakat secara luas, termasuk aspirasi yang mungkin berbeda pandangan dengan kebijakan pemerintah. Kepemimpinan yang inklusif, terbuka, dan responsif akan memperkuat kepercayaan publik serta menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan.
Terkait persoalan pembangunan Batalyon TP 858 yang saat ini menjadi polemik antara Dewan Adat dan pihak TNI, kami berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif sebagai mediator yang bijaksana. Pendekatan dialogis dan partisipatif sangat diperlukan agar setiap kebijakan pembangunan tetap menghormati nilai-nilai adat, kepentingan masyarakat, serta prinsip-prinsip kebangsaan.
DPC GMNI Biak
Sebagai penutup, kami secara tegas namun penuh tanggung jawab berharap Bupati Biak Numfor dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Biak Numfor yang hingga kini belum berjalan optimal dan cenderung stagnan selama hampir tiga tahun terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada terhambatnya konsolidasi serta agenda-agenda strategis kepemudaan di daerah.
“Kami menilai bahwa revitalisasi dan penataan kembali KNPI Biak Numfor merupakan kebutuhan mendesak demi menghadirkan wadah pemuda yang legitimate, inklusif, dan mampu menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah. Tanpa adanya kepastian dan penataan yang jelas, potensi dinamika serta fragmentasi di kalangan pemuda akan terus berlanjut dan berisiko menghambat pembangunan sosial. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang adil, netral, dan berorientasi pada persatuan pemuda demi kepentingan bersama Kabupaten Biak Numfor.” Ujar Wilfreno.
Dwi




















