Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
EdukasiPolitik

Anggota Komisi XIII DPR RI: Teror Culik Ketua BEM UGM, Negara Tak Cukup Klarifikasi Harus Ungkap Pelaku, Mahasiswa Jangan Takut, Dan Jangan Diam

×

Anggota Komisi XIII DPR RI: Teror Culik Ketua BEM UGM, Negara Tak Cukup Klarifikasi Harus Ungkap Pelaku, Mahasiswa Jangan Takut, Dan Jangan Diam

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA,-Desakan agar negara bertindak tegas dalam kasus teror terhadap Ketua BEM (UGM) kian menguat.

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI PERJUANGAN Drs Rapidin Simbolon MM, menilai pemerintah tidak cukup sekadar menyatakan diri bukan pelaku.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Negara tidak cukup mengatakan ‘bukan kami’. Negara wajib memastikan tidak ada warga yang diteror karena pendapatnya,” ujar Rapidin di Jakarta Jumat (20/02/2026).

Kasus ini bermula setelah Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo yang dinilainya gagal menjamin hak dasar anak.

Kritik itu disampaikan menyusul tragedi seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang meninggal dunia karena diduga tak mampu membeli perlengkapan sekolah.

Baca Juga :  Habisi Sang Koruptor, Diktator dan Aligator

BEM UGM kemudian melayangkan surat terbuka kepada UNICEF pada 6 Februari lalu.

Empat hari setelahnya, Tiyo menerima pesan WhatsApp dari nomor berkode luar negeri berisi ancaman penculikan dan tudingan sebagai “agen asing”.

Namun bagi Rapidin Ketua DPD PDIP Sumut ini, persoalan ini tak berhenti pada bantahan resmi.

“Namun persoalan ini tidak berhenti pada satu kasus. Teror terhadap Ketua BEM UGM adalah ujian bagi kebebasan berpikir di seluruh kampus Indonesia,”ujarnya.

Menurut dia, jika seorang mahasiswa yang berbicara tentang hak dasar anak justru dibalas dengan ancaman, maka yang sedang dipertaruhkan adalah keberanian generasi muda untuk bersuara.

Baca Juga :  Nikmati Fleksibilitas Menginap 24 Jam di Hotel Maxone Kramat Jakarta Mulai dari Rp. 429.000 Nett !

“Hari ini mungkin Ketua BEM UGM. Besok bisa mahasiswa di kampus lain. Lusa bisa siapa saja yang memilih berdiri di sisi kebenaran,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Rapidin Mantan Bupati di Samosir ini mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk tidak takut dan tidak diam.

Ia menegaskan kampus bukan ruang sunyi, melainkan ruang berpikir, ruang bertanya, dan ruang mengoreksi kekuasaan.

Kita tidak melawan dengan kebencian. Kita tidak menjawab dengan intimidasi. Kita menjawab dengan keberanian, solidaritas, dan pengawalan hukum yang sah,” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Pohon Mangrove di Bengkayang Dibabat untuk Parkir Ilegal, Pemda Diminta Bertindak Tegas

Ia mengingatkan, demokrasi tidak boleh berjalan di bawah bayang-bayang ancaman.

Jika mahasiswa merasa tidak aman karena menyampaikan pendapat, maka bangsa ini sedang diuji dalam komitmennya terhadap kebebasan sipil.

Mahasiswa Indonesia adalah penjaga nurani bangsa. Dan nurani tidak boleh dibungkam,” ujar Rapidin.

Komisi XIII DPR RI, kata dia, akan mengawal kasus ini hingga pelaku teror terungkap dan memastikan negara hadir memberikan perlindungan nyata terhadap kebebasan berpendapat.Demokrasi tidak boleh kalah oleh rasa takut,”tegasnya. Dwi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600