Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
EdukasiPolitik

Amin Napitupulu Dalam Hari Pers Nasional: Pers Harus Dapat Terus Menjadi Penjaga KEBENARAN dan Sampaikan Informasi Yang Objektif

×

Amin Napitupulu Dalam Hari Pers Nasional: Pers Harus Dapat Terus Menjadi Penjaga KEBENARAN dan Sampaikan Informasi Yang Objektif

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta,-Hari ini, 9 Februari 2026, kita memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang ke-80. Sebagai Sekretaris DPC Partai PDI Perjuangan kota Cilegon, saya ingin mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers di Indonesia.

Pers adalah pilar demokrasi yang sangat penting dalam menjaga kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Kami di PDIP Perjuangan sangat menghargai peran pers dalam membangun bangsa dan negara tutur Amin.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Menurutnya Tema HPN 2026, “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa”, sangat relevan dengan situasi politik Indonesia saat ini. Kami berharap pers dapat terus menjadi penjaga kebenaran dan menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat.

Amin Napitupulu mengingatkan soal amanat Presiden pertama RI Ir Soekarno yang mewanti-wanti agar insan pers tak kebablasan dengan kebebasannya. nasihat tersebut disampaikan lewat pidatonya di malam ramah-tamah dengan para insan pers dari lembaga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Istana Bogor, 20 November 1965.

Baca Juga :  Diduga Ada Laporan Fiktif Dana Desa Tenjo Laut, Warga Pertanyakan Realisasi Pembangunan

Adapun ringkasan pidato Bung Karno seputar dunia pers di Istana Bogor, 20 November 1965 yang disarikan dari buku ‘Revolusi Belum Selesai: Amin menjabarkannya
sebagai berikut:

“…Wartawan-wartawan Indonesia ini perlu upgrading. Caranya memberi pengetahuan yang luas yang salah satu jalan ialah banyak membaca, banyak membaca, banyak membaca. Saya ini boleh dikatakan sebagian daripada hidup saya itu pekerjaan Cuma membaca, membaca, membaca, membaca dan membaca. Sebab, membaca menambah pengetahuan kita. membuat kita manusia yang kultur yang tinggi nilainya. Saya anggap penting selalu membaca, meskipun saya telah diberi gelar Doctor Honoris Causa 27 kali oleh universitas-universitas.

…Pokok daripada keprihatinan saya di waktu-waktu belakangan ini, jikalau aku membaca tulisan-tulisan Saudara di surat-surat kabar, banyak sekali yang Saudara tulis di surat-surat kabar sebetulnya self destruction daripada bangsa kita. Oleh karena apa? Apa yang Saudara tulis itu terlalu berjiwa gontok-gontokan, bakar-bakar semangat etcetera, etcetera, etcetera.

Baca Juga :  Pemkot Depok Tegaskan Komitmen Transparansi dalam PPDB 2025 Melalui Sosialisasi SPMB

…Moral agama melarang, menjaga jangan sampai kita itu menjalankan fitnah. Agapa apapun tidak membenarkan fitnah. Dari segala macam kejahatan sebetulnya fitnah itu adalah yang ter, ter, terjahat. Saudara sebagai wartawan punya pekerjaan itu sebetulnya gawat sekali. Lebih gawat daripada pekerjaanmu. Apa sebab gawat? Oleh karena sampai sekarang ini apa yang ditulis di surat kabar dipercaya. Het volk gelooft het (yang dipercaya masyarakat).

…Ada kabar misalnya seorang perempuan menjadi hamil, karena ya digeremeti ular! Wah ini wah, di sana ada perempuan jadi hamil digeremeti ular! Saya bilang nonsens! Kapan parantos diserat, di surat kabar! Jadi apa yang ditulis di surat kabar benar menurut anggapan manusia sekarang ini. Coba apapun yang ditulis di dalam surat kabar dipercaya manusia. Dikatakan parantos asup di surat kabar, kan sudah masuk surat kabar. Nggak salah lagi, kalau sudah masuk surat kabar itu sudah nyata benar.

Baca Juga :  Gelar Baksos Jelang Lebaran, Kapolres Demak Mohon Do'a Restu Masyarakat

Nah, Saudara-saudara, inilah kegawatan pekerjaan Saudara-saudara. Jangan sampai Saudara-saudara mengeluarkan satu perkataan pun dari tetesan pena Saudara yang tidak berisi satu kebenaran. Oleh karena tiap-tiap tetesan pena Saudara dipercayai oleh pembaca. Tanggung jawab Saudara adalah tinggi sekali. Karena itu saya peringatkan, awas jangan sampai tulisan Saudara sebetulnya adalah fitnah.

…Karena itu saya anjurkan sebelum Saudara menulis barang sesuatu cek dulu, cek dulu, cek dulu, cek dulu. Hati-hati menulis, sebab Saudara-saudara punya pekerjaan adalah pekerjaan gawat sekali. Gawat! Janganlah Saudara itu membantu kepada inilah, hhh, panas-panasan, yang saya namakan gontok-gontokan, gebug-gebugan. Ingat, a great civilisation never goes down unless it destroys itself from within.”

Menutup perbincangan Amin Napitupulu mengucapkan terima kasih kepada seluruh wartawan dan insan pers yang telah bekerja keras dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Semoga semangat jurnalisme terus berkobar di hati setiap wartawan pungkas Amin. (DW)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600