Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Aktivis KPKB: Jadi Pemimpin Tidak Semudah Mencabut Pohon Singkong

×

Aktivis KPKB: Jadi Pemimpin Tidak Semudah Mencabut Pohon Singkong

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta— Aktivis Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Bersatu (KPKB) menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin bukan perkara mudah dan tidak bisa dilakukan secara instan. Hal itu disampaikan menyikapi fenomena munculnya figur-figur yang ingin berkuasa tanpa kesiapan moral, kapasitas, dan tanggung jawab yang matang.

“Menjadi pemimpin itu tidak semudah mencabut pohon singkong. Butuh proses panjang, pengorbanan, serta keteguhan sikap untuk berpihak pada kepentingan rakyat,” tegas Ketua Umum Aktivis LSM KPKB Dede Mulyana dalam keterangannya kepada media, Selasa 2026
Menurut KPKB, kepemimpinan sejati lahir dari integritas, kejujuran, dan keberanian mengambil keputusan yang tidak populer namun benar. Bukan sekadar ambisi kekuasaan, pencitraan, atau kepentingan kelompok tertentu.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Aktivis KPKB juga menyoroti masih banyaknya pejabat publik yang gagal memahami makna kepemimpinan. Hal ini terlihat dari maraknya kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta kebijakan yang justru menyengsarakan masyarakat.

Baca Juga :  Papa Rico Berdemo Berjuang Pahit Untuk Negara , Pingsan di Bawa RSUD Tanah Abang

“Pemimpin seharusnya hadir sebagai pelayan rakyat, bukan penguasa yang memperkaya diri sendiri. Jika mentalnya rapuh, kekuasaan justru menjadi alat penindasan,” lanjutnya.

KPKB mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai calon pemimpin, baik di tingkat daerah maupun nasional. Rakyat diminta tidak mudah terbuai janji manis, tetapi melihat rekam jejak, keberpihakan, dan komitmen nyata terhadap kepentingan publik.
“Negeri ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan pemimpin yang jujur dan berani. Karena itu, memilih pemimpin harus dengan akal sehat dan nurani,” tutup Aktivis KPKB.

Baca Juga :  Penghormatan Sejarah dan Kemanusiaan, Kemenko Polkam Pimpin Koordinasi Penanganan Makam Tentara Belanda

Penulis : Dede Mulyana

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600