Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

“Aceh Tengah Kritis” Bantuan Gagal Mendarat, Bencana Hidrometeorologi 9 Kecamatan Terisolir

×

“Aceh Tengah Kritis” Bantuan Gagal Mendarat, Bencana Hidrometeorologi 9 Kecamatan Terisolir

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Takengon – Kabupaten Aceh Tengah dilaporkan berada dalam situasi darurat kritis menyusul akumulasi kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 25 hingga 29 November 2025.

Data terbaru yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah per pukul 18.00 WIB hari ini Sabtu (29/11/2025) menunjukkan kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan wilayah tersebut, di mana sembilan dari 14 kecamatan kini berstatus terisolir total.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa daerahnya menghadapi krisis logistik dan kemanusiaan yang mendesak.

“Ini adalah bencana dengan dampak terluas yang pernah kami hadapi. Sembilan kecamatan terputus total dari ibu kota kabupaten.

Baca Juga :  Acara Gebyar Kemerdekaan Dengan Moto (Nusantara Baru, Indonesia Maju)

Kami sangat berduka atas 21 jiwa yang meninggal dunia dan 23 orang masih hilang. Total ada 44 korban yang menjadi perhatian utama kami,” ujar Bupati Haili Yoga dalam pernyataan resminya, Sabtu (29/11/2025).

Data mencatat bahwa bencana ini telah merusak 1.938 unit rumah dan memaksa 6.321 Kepala Keluarga (KK) mengungsi.

Akses keluar masuk kabupaten lumpuh total setelah lima ruas Jalan Nasional dan 38 unit jembatan terputus.

Jalur Kesehatan satu-satunya akses air menuju Rumah Sakit Umum Datu Beru, rumah sakit rujukan utama, terputus total.

Baca Juga :  Polres Jepara Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Sambil Bagi-Bagi Susu Dan Kacang Hijau Kepada Anak-anak Sekolah Dasar

Energi dan Komunikasi juga seluruh 14 kecamatan mengalami pemutusan total akses listrik, air bersih, dan telekomunikasi/internet.

“Daerah terisolir kini kekurangan logistik. Ditambah lagi, seluruh stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di kabupaten kami telah habis.

Ini sangat menghambat upaya mobilisasi tim penolong,” tegas Haili Yoga, menggarisbawahi tantangan distribusi bantuan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mengungkapkan frustrasi terkait upaya pengiriman bantuan dari luar daerah.

Logistik bantuan yang sangat dibutuhkan, yang sudah tiba di Banda Aceh, hingga pukul 20.00 WIB malam ini dilaporkan belum berhasil menjangkau Takengon.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Bedah Laporan Kinerja Tiga Triwulan, Fokus pada Efisiensi Anggaran

“Kami terus memohon agar bantuan logistik segera tiba. Kami mendapat informasi bahwa upaya penerbangan helikopter untuk menyalurkan bantuan hari ini gagal mendarat di wilayah Aceh Tengah.” ungkap Bupati.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendesak Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk segera mengambil langkah darurat, termasuk menetapkan status darurat bencana nasional.

Dan mencari alternatif secepatnya untuk menyalurkan logistik ke sembilan kecamatan yang benar-benar terisolir sebelum situasi kemanusiaan memburuk lebih jauh.

(Kutipan : Fasya Harsa)

(Levi)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600