Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Hukum

Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Sertifikat Satpam Palsu di Pemkot Yogyakarta

×

Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Sertifikat Satpam Palsu di Pemkot Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

YOGYAKARTA_HARIANESIA.COM_ Kuasa hukum korban dugaan penipuan sertifikasi Satpam Garda Pratama melaporkan adanya dugaan penggunaan sertifikat tidak sah dalam proses administrasi tenaga keamanan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dalam rilis pers yang diterima Kamis (21/5/2026), kuasa hukum menyebut dugaan itu terjadi pada periode Januari hingga April 2026 di Dinas Perdagangan serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Menurut kuasa hukum, sertifikat Satpam Garda Pratama dan Kartu Tanda Anggota atau KTA yang diduga tidak sah digunakan untuk memenuhi persyaratan administratif tenaga keamanan. Peristiwa itu disebut melibatkan seorang terlapor berinisial Ad alias Nd yang bekerja pada perusahaan outsourcing pemenang tender di kedua instansi tersebut.

Baca Juga :  Pasca Viral Kasus Dugaan Pemalsuan Izin PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera, GMOCT Pantau Proses Hukum dan Administrasi, Staf BPN Kutim " Kami Belum Mengetahui Berkas PT Emas "

Kuasa hukum menyatakan pihaknya menemukan indikasi tindak pidana yang perlu didalami, meliputi dugaan pemalsuan dokumen, penipuan yang merugikan pihak lain secara materiil dan non-materiil, serta dugaan kelalaian sistem pengawasan dan verifikasi tenaga kerja outsourcing.

“Pernyataan ini bukan bentuk penghakiman terhadap pihak tertentu, melainkan dorongan agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, objektif, dan transparan,” tulis kuasa hukum dalam rilisnya.

Baca Juga :  Terkait Kriminalisasi Aiptu Labora Sitorus, Komnas HAM: Terjadi Penyalahgunaan Wewenang dan Pengabaian Perlindungan HAM oleh Penegak Hukum

Mereka meminta aparat menindaklanjuti laporan, memeriksa seluruh pihak yang diduga mengetahui atau terlibat, dan menelusuri kemungkinan adanya praktik sistemik. Kuasa hukum juga mengingatkan pentingnya mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dugaan peristiwa ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan di instansi pemerintah, kerugian keuangan negara, terganggunya sistem pengadaan tenaga kerja, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap tata kelola outsourcing.

Baca Juga :  Pemerintah DKI dan Aparat Penegak Hukum (APH) Harus Segera Bertindak Tegas Terhadap Toko Kosmetik Berkedok Penjualan Obat Keras Golongan G

Demikian Realis Yang disampaikan oleh Kuasa Hukum “Saktyaksa Restu Baskara Nendra, S.H., dan Muhammad Edy Susanto, S.H., M.H.”

Dwi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600