Karanganyar – Organisasi Marhaen Muslim Indonesia menyampaikan pernyataan sikap keras terkait meningkatnya konflik geopolitik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut menilai tindakan militer Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran sebagai bentuk agresi dan praktik imperialisme modern yang mengancam perdamaian dunia.
Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh Ketua Umum Marhaen Muslim Indonesia Djoko Sukmo Browidjojo Lelono dan Sekretaris Haryo Pranoto, yang berkedudukan di Karanganyar, Jawa Tengah.
Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa Marhaen Muslim Indonesia pada prinsipnya mencintai perdamaian dunia, namun lebih menjunjung tinggi nilai kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
“Marhaen Muslim Indonesia cinta damai, tetapi kami lebih cinta kemerdekaan. Kami tidak membenci satu bangsa pun di dunia ini. Namun kami dengan tegas menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi dengan alasan apa pun, karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Latar Belakang Ketegangan
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah berbagai aksi militer dan eskalasi konflik yang melibatkan pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta kebijakan luar negeri yang dikaitkan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran.
Menurut Marhaen Muslim Indonesia, tindakan tersebut berpotensi memperluas konflik regional dan mengancam stabilitas global. Organisasi itu menilai langkah militer tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan, demokrasi, serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pernyataannya, Marhaen Muslim Indonesia bahkan menyebut Netanyahu dan Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab atas memburuknya perdamaian dunia.
Berpegang pada Warisan Ideologi Bung Karno
Marhaen Muslim Indonesia juga menegaskan bahwa sikap menentang penjajahan merupakan prinsip ideologis bangsa Indonesia yang diwariskan oleh para pendiri bangsa, khususnya Presiden pertama RI, Soekarno.
Bung Karno dikenal konsisten menentang imperialisme dan kolonialisme di seluruh dunia serta secara tegas mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Ia bahkan pernah menegaskan bahwa selama kemerdekaan Palestina belum diberikan kepada rakyat Palestina, maka Indonesia akan terus menentang penjajahan Israel.
Sikap tersebut menjadi bagian dari prinsip ideologi anti-imperialisme yang menolak “penghisapan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa”.
“Karena itu, mengutuk tindakan Israel dan Amerika Serikat bukanlah sekadar sikap emosional, melainkan bagian dari keyakinan ideologis dan politik yang sejalan dengan semangat anti-imperialisme Bung Karno,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Tegaskan Kedaulatan Iran
Marhaen Muslim Indonesia juga menegaskan bahwa Iran adalah negara merdeka yang memiliki kedaulatan penuh sebagai bangsa.
Oleh sebab itu, menurut organisasi tersebut, tidak ada satu pun negara yang berhak mengganggu kedaulatan Iran melalui agresi militer maupun tekanan politik yang melanggar hukum internasional.
Seruan Kepada Dunia
Di akhir pernyataan sikapnya, Marhaen Muslim Indonesia menyerukan kepada rakyat Israel, rakyat Amerika Serikat, dan seluruh bangsa di dunia yang mencintai perdamaian untuk bersama-sama mengecam tindakan yang dinilai sebagai kejahatan perang.
“Untuk itu kami menyerukan kepada rakyat Israel, rakyat Amerika, dan seluruh bangsa di dunia yang cinta damai untuk mengutuk kebiadaban Netanyahu dan Donald Trump,” tutup pernyataan tersebut.
Dwi




















