Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Pria 55 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Muneng Kudus, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

×

Pria 55 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Muneng Kudus, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Kudus- Warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Muneng, Kamis (26/2/2026).

Korban diketahui bernama Mashari (55), warga Dukuh Krajan, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 07.30 WIB dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Deni Dwi Noviandi menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung menuju lokasi bersama Unit Pamapta Polres Kudus, Tim Inafis Satreskrim Polres Kudus, BPBD Kabupaten Kudus serta tenaga medis dari Puskesmas Kaliwungu.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Megamendung Giat Cooling Sistem Monitoring Cek Lokasi Tempat Wisata Pastikan Aman Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kriminalitas

“Kami bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga. Personel langsung melakukan pengamanan TKP dan berkoordinasi dengan tim medis serta Inafis untuk memastikan proses evakuasi dan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur,” ujar AKP Deni.

Petugas bersama tim BPBD dan reelawan melakukan penyisiran selama kurang lebih satu jam untuk memastikan posisi korban.

Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis yang dipimpin dr. Indra Wahyuni.

Baca Juga :  Usai Menerima Kelompok Petani Manuhin, Bambang Langsung Turun Kebawah Pantau Lokasi Bencana Banjir

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu hari sebelum ditemukan,” ungkapnya.

Menurut Deni, untuk mengetahui penyebab pasti kematian diperlukan autopsi. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Kami menghormati keputusan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Keling Bersama Warga Gelar Kerja Bakti Bersihkan Aliran Sungai di Desa Tempur

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui tidak memiliki istri dan anak. Pihak desa juga menyebut korban pernah menjalani perawatan di poli kejiwaan RSUD Loekmono Hadi Kudus beberapa bulan lalu.

AKP Deni mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama apabila mengetahui ada warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Saat ini jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan seluruh penanganan telah dilakukan sesuai prosedur.

Mariyo

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600